Bupati Daeng Manye Resmikan MPLS Sekolah Rakyat, Pendidikan Disebut Investasi Putus Rantai Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten Takalar resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi dengan 330 siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Program pendidikan berasrama ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
TAKALAR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Takalar resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi melalui pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kehadiran sekolah berasrama ini menjadi tonggak baru pemerataan akses pendidikan sekaligus implementasi program strategis nasional untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Pembukaan MPLS dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, disaksikan ratusan siswa dan orang tua di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar.
Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan budaya lokal, mulai dari atraksi Angngaru, tari kreasi daerah, hingga pidato berbahasa Inggris yang dibawakan para siswa dan mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Wakil Ketua I DPRD Takalar, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Sosial RI, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan perangkat daerah, para camat, kepala sekolah, tenaga pendidik, wali asuh, serta ratusan orang tua siswa.
Perwakilan Kementerian Sosial RI mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat. Dari sembilan lokasi Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Takalar menjadi salah satu dari tiga daerah yang lebih dahulu memulai pelaksanaan MPLS, bersama Kota Makassar dan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Menurutnya, percepatan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Antusiasme masyarakat juga terlihat sejak hari pertama pelaksanaan MPLS. Ratusan orang tua hadir mengantar putra-putri mereka memasuki lingkungan sekolah sehingga jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan panitia.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian PUPR menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar telah mencapai progres sekitar 85 persen. Meski masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian, fasilitas utama dinilai telah siap mendukung proses belajar mengajar.
Ia turut mengapresiasi koordinasi yang terjalin antara Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Kabupaten Takalar sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai target.
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye mengungkapkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di Takalar merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah. Meski proses pengusulan program secara nasional telah ditutup, Pemkab Takalar tetap berupaya memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis, mulai dari penyediaan lahan, kelengkapan dokumen, hingga kesiapan infrastruktur.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Takalar dipercaya menjadi salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat untuk dua jenjang pendidikan sekaligus, yakni SMP dan SMA.
Menurut Daeng Manye, Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mencetak generasi yang memiliki daya saing.
Dengan dukungan fasilitas pembelajaran modern, asrama, sarana olahraga, serta pemenuhan kebutuhan makan siswa, ia optimistis sekolah tersebut akan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
"Kalau menanam padi, tiga bulan sudah panen. Tetapi pendidikan baru akan kita panen hasilnya 10 sampai 20 tahun ke depan. Dari sekolah ini saya berharap lahir camat, tentara, polisi, dokter, bupati, bahkan menteri. Tidak ada yang mustahil jika anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh," ujar Daeng Manye.
Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar menerima 330 siswa. Sebanyak 60 di antaranya berasal dari Kabupaten Gowa dan akan mengikuti sistem pendidikan berasrama bersama siswa asal Kabupaten Takalar.
Bupati mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia juga meminta dukungan orang tua, tenaga pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan agar Sekolah Rakyat mampu menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.
"Yang kita bangun bukan hanya gedung sekolah, tetapi masa depan anak-anak Takalar dan Indonesia. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk memutus kemiskinan dan melahirkan generasi yang mampu membawa perubahan," tegasnya.
Pelaksanaan MPLS ini menjadi awal perjalanan pendidikan bagi ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar. Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, sekolah tersebut diharapkan menjadi model pendidikan berasrama yang mampu membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Takalar.
