Redaksi
Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 21:22

INT
INT

Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup hingga April 2026, Pendaki Diminta Tunda Rencana Tahun Baru

Penutupan sementara dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem serta perbaikan jalur pendakian yang mengalami kerusakan, terutama akibat cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi.

LOMBOK, BUKAMATANEWS — Wisatawan dan pendaki yang berencana menutup akhir tahun atau mengawali 2026 dengan petualangan ke Gunung Rinjani diminta untuk meninjau ulang agenda pendakiannya. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan seluruh jalur pendakian gunung api tertinggi di Indonesia itu akan ditutup mulai 31 Desember 2025 hingga April 2026 mendatang.

Penutupan sementara dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem serta perbaikan jalur pendakian yang mengalami kerusakan, terutama akibat cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi.

Kepala Seksi Wilayah II TNGR, Ma’ruf Hadi, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan agenda rutin setelah Gunung Rinjani dibuka untuk aktivitas pendakian selama kurang lebih sembilan bulan.

“Rinjani sudah dibuka untuk pendakian selama sembilan bulan dan Rinjani juga butuh istirahat. Karena itu, kami akan melakukan penutupan pendakian di awal Januari dan insyaallah dibuka kembali pada awal April,” kata Ma’ruf saat ditemui di Kantor TNGR Resort Sembalun, Sabtu (20/12/2025).

Ma’ruf menegaskan, aktivitas pendakian masih diperbolehkan hingga 31 Desember 2025. Setelah tanggal tersebut, seluruh jalur resmi pendakian akan ditutup, baik bagi pendaki yang menggunakan jasa trekking organizer maupun pendaki mandiri yang melakukan pemesanan secara daring.

“Kegiatan pendakian untuk sementara masih dibuka. Terakhir tanggal 31 Desember, baik pendaki melalui trekking organizer maupun pendaki umum yang booking online secara mandiri,” jelasnya.

Selama masa penutupan, Balai TNGR akan fokus melakukan perbaikan di sejumlah titik jalur pendakian yang dinilai rawan dan membahayakan keselamatan pendaki. Beberapa jalur dilaporkan mengalami longsor dan kerusakan cukup serius.

“Kami menerima laporan adanya beberapa titik longsor, salah satunya di jalur Naga. Jalur tersebut sudah kami tutup dan dialihkan ke jalur alternatif. Ini menjadi prioritas perbaikan selama masa penutupan,” ungkap Ma’ruf.

Lebih dari 120 Ribu Pendaki Sepanjang 2025

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, memaparkan data kunjungan wisatawan Gunung Rinjani hingga November 2025. Tercatat, total pengunjung mencapai 124.649 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 42.720 wisatawan mancanegara dan 81.929 pendaki nusantara yang masuk melalui seluruh pintu pendakian resmi di kawasan TNGR.

“Data ini dari semua pintu pendakian. Untuk bulan Desember masih akan bertambah karena sudah banyak yang melakukan booking. Bahkan untuk pendaki nusantara hingga tanggal 24–25 Desember sudah penuh,” beber Astekita.

Wisata Alternatif Tetap Dibuka

Meski jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara, Balai TNGR memastikan sejumlah objek wisata nonpendakian di kawasan taman nasional tetap dibuka dan dapat dikunjungi wisatawan.

Beberapa destinasi tersebut antara lain Savana Propok, Bukit Gedong, Top Kondo, serta sejumlah perbukitan di kawasan Sembalun yang menawarkan panorama alam khas kaki Rinjani.

“Bagi pengunjung yang ingin tetap menikmati alam Sembalun, ada banyak alternatif wisata. Bukit Gedong dan Savana Propok bisa menjadi pilihan bagi yang rindu suasana Rinjani,” pungkas Astekita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#gunung rinjani