Redaksi
Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 16:43

Pemkab Maros Matangkan Skema Saluran Induk, Libatkan Developer Atasi Banjir Moncongloe

Pemkab Maros Matangkan Skema Saluran Induk, Libatkan Developer Atasi Banjir Moncongloe

Dinas PU Maros masih melakukan perhitungan teknis, termasuk panjang saluran dan kebutuhan anggaran pembangunan. Muetazim mengakui keterbatasan dana transfer ke daerah menjadi tantangan tersendiri, sehingga perencanaan harus dilakukan secara cermat dan terukur.

MAROS, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus mematangkan langkah penanganan banjir yang kerap melanda Kecamatan Moncongloe. Salah satu upaya strategis yang disiapkan adalah pembangunan saluran pembuangan induk yang akan menjadi jalur utama aliran air di kawasan tersebut.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi lanjutan penanganan banjir yang digelar Pemkab Maros, Selasa (9/12/2025), di ruang rapat Wakil Bupati Maros. Rapat ini merupakan kali kedua digelar dan melibatkan lintas instansi teknis hingga pengembang perumahan.

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan rapat tersebut mempertemukan perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta para developer perumahan di Moncongloe. Kolaborasi ini dinilai penting mengingat kompleksitas persoalan banjir yang melibatkan banyak kawasan permukiman.

Pemkab Maros telah menetapkan desain awal pembangunan saluran pembuangan induk yang akan menjadi jalur utama aliran air di Moncongloe. Saluran ini direncanakan melintasi sejumlah perumahan yang selama ini kerap terdampak genangan,” ujar Muetazim kepada wartawan usai rapat.

Sejumlah kawasan perumahan yang masuk dalam skema tersebut di antaranya Perumahan Findaria, Royal, dan Perumahan Dosen (Perdos). Menurut Muetazim, seluruh kawasan tersebut akan disambungkan dengan sistem drainase terintegrasi.

“Semua akan kita buatkan saluran drainase agar aliran air tidak lagi terhambat,” tegas mantan Kepala Dinas PU Maros itu.

Saat ini, Dinas PU Maros masih melakukan perhitungan teknis, termasuk panjang saluran dan kebutuhan anggaran pembangunan. Muetazim mengakui keterbatasan dana transfer ke daerah menjadi tantangan tersendiri, sehingga perencanaan harus dilakukan secara cermat dan terukur.

Meski demikian, Pemkab Maros membuka skema kerja sama dengan pihak pengembang. Jika jalur saluran induk melintasi lahan milik perumahan, para developer menyatakan kesediaannya untuk membangun saluran secara swadaya.

“Prinsipnya, semua pihak siap berkontribusi. Ini bentuk tanggung jawab bersama dalam penanganan banjir,” jelasnya.

Selain pembangunan saluran induk, Pemkab Maros juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan untuk melanjutkan normalisasi Sungai Biring Jene yang menjadi salah satu jalur air utama di Moncongloe.

“Normalisasi terakhir dilakukan pada 2023. Diperlukan pengerjaan lanjutan agar aliran air lebih lancar hingga ke hilir,” pungkas Muetazim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Maros #Banjir Moncongloe