TAKALAR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Takalar kembali meraih prestasi membanggakan dengan diraihnya Penghargaan Capaian Angka Penurunan Stunting Paling Besar Kedua Tahun 2024 di Sulawesi Selatan dari Menteri Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga, Selasa, 16 Desember 2025.
Penghargaan diterima secara langsung oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, pada kegiatan Fasilitasi Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Dalam RPJMD 2025-2029 Bagi Pemerintah Daerah di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Penghargaan ini juga menjadi bentuk pengakuan atas efektivitas pelaksanaan program-program pencegahan stunting yang dijalankan oleh pemerintah daerah secara konsisten.
Bupati Takalar menyampaikan rasa syukur karena kita berhasil meraih penghargaan Capaian Angka Penurunan Stunting Paling Besar Kedua (11,4%) Tahun 2024 di Sulsel. Tentu penghargaan ini menjadi dorongan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
"Dengan sinergi dan kerjasama antar stakeholder, kita bisa menurunkan angka stunting di Takalar paling besar kedua (11,4 persen) tahun 2024 di Sulsel," ujarnya.
Dengan diperolehnya penghargaan ini, Kabupaten Takalar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.
Prestasi ini sekaligus menjadi refleksi atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendukung target nasional penurunan stunting menuju Indonesia Emas 2045, dengan membangun generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas melalui kolaborasi berkelanjutan di tingkat daerah. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Libatkan 24 Pesantren, Festival Santri Takalar 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda
-
Wakil Bupati Takalar Dukung Aisyah Nurul Izzah Ramli Berkompetisi di Tingkat Nasional
-
Bupati Takalar Gagas Festival Pesantren, 24 Ponpes Bakal Unjuk Potensi Lewat Kreativitas Digital
-
Sidak Layanan BPJS di Takalar, Bupati Daeng Manye Tekankan Pelayanan Lima Menit Tanpa Keluhan
-
Pemkab Takalar Gandeng ILO dan Swiss Dorong Digitalisasi Petani Rumput Laut