Batal Berangkat Haji, Purbaya Yudhi Sadewa: Mungkin Belum Saatnya
21 Mei 2026 22:40
Misbakhun menyoroti pernyataan Purbaya terkait pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut belum terserap optimal. Menurutnya, kebijakan terhadap program strategis semacam itu memiliki dimensi politik yang perlu dibahas bersama DPR, bukan diputuskan sepihak.
BUKAMATANEWS - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam merumuskan arah kebijakan fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, ia mengingatkan perlunya koordinasi lintas kementerian dan komunikasi politik yang solid agar kebijakan ekonomi berjalan harmonis dan tidak terkesan sepihak.
“Pak Purbaya harus berhenti terlalu sering mengomentari kebijakan kementerian lain. Fokuslah pada desain ekonomi besar yang ingin dibangun untuk mendukung visi Presiden,” ujar Misbakhun dalam keterangan tertulis, Senin (13/10).
Misbakhun menyoroti pernyataan Purbaya terkait pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut belum terserap optimal. Menurutnya, kebijakan terhadap program strategis semacam itu memiliki dimensi politik yang perlu dibahas bersama DPR, bukan diputuskan sepihak.
“Sama halnya ketika tiba-tiba Pak Purbaya merespons dengan menaikkan defisit dari 2,48 menjadi 2,68 persen. Hal seperti itu harus dikonsultasikan dan dirapatkan dengan DPR. Ruang pembahasan memang ada, tapi koordinasi harus dijaga agar kebijakan ekonomi tidak tampak sepihak,” tegasnya.
Politikus Partai Golkar itu juga menilai pemerintah perlu memastikan kebijakan fiskal berpihak pada rakyat, terutama dalam menjaga daya beli dan memperkuat kelas menengah.
Ia bahkan mendorong agar pemerintah mempertimbangkan penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk mendongkrak konsumsi domestik.
“Saya sudah pernah mengingatkan agar kenaikan PPN ditahan. Kalau perlu, tarif PPN diturunkan kembali ke 10 persen, bahkan 8 persen, demi mengangkat daya beli masyarakat. Ini penting karena kita sedang menghadapi tekanan ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, Misbakhun menilai reformasi sistem bantuan sosial bagi kelas menengah rentan menjadi langkah penting menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
“Desain kebijakan fiskal harus menyentuh kelompok yang rentan turun kelas. Ini bagian dari visi kesejahteraan yang dikehendaki Presiden Prabowo,” ujarnya.
Misbakhun berharap tim ekonomi di bawah koordinasi Menkeu Purbaya dapat bekerja sinergis dan fokus mendukung agenda besar pemerintahan baru, yaitu pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Kalau semua bergerak dengan satu arah kebijakan, saya optimistis fondasi ekonomi kita akan lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
21 Mei 2026 22:40
21 Mei 2026 20:41