Redaksi
Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025 18:35

WALHI Sebut Tumpahan Minyak PT Vale di Luwu Timur sebagai 'Kejahatan Lingkungan

WALHI Sebut Tumpahan Minyak PT Vale di Luwu Timur sebagai 'Kejahatan Lingkungan

Al-Amin menduga kuat minyak yang tumpah adalah jenis High Sulfur Fuel Oil (HSFO), sebuah bahan bakar dengan kadar sulfur tinggi yang biasa digunakan dalam proses pemurnian nikel. Dugaan ini diperkuat oleh karakteristik minyak yang berwarna hitam pekat.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan menduga PT Vale Indonesia Tbk melakukan kejahatan lingkungan menyusul tumpahan minyak yang mencemari irigasi dan persawahan di Kecamatan Towuti, Luwu Timur.

Menurut Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al-Amin, kebocoran pipa minyak yang terjadi pada Sabtu (23/8/2025) bukanlah kelalaian biasa. Ia menegaskan bahwa dampak dari tumpahan tersebut, yang telah mencemari sungai dan sawah, mengakibatkan terhentinya aktivitas pertanian masyarakat.

"Kalau sudah seperti itu, jelas ada dampak ekonomi dan sosial yang dikorbankan. Maka, dalam konteks pidana, menurut pandangan saya, ini sudah masuk kategori kejahatan lingkungan," ujar Al-Amin.

Al-Amin menduga kuat minyak yang tumpah adalah jenis High Sulfur Fuel Oil (HSFO), sebuah bahan bakar dengan kadar sulfur tinggi yang biasa digunakan dalam proses pemurnian nikel. Dugaan ini diperkuat oleh karakteristik minyak yang berwarna hitam pekat.

"Kalau sudah tercampur sulfur, maka kemungkinan besar ini hasil pembakaran atau smelting. Nah, kalau demikian, ini sudah mengandung bahan kimia beracun dan termasuk limbah," jelas Al-Amin, seraya menegaskan bahwa PT Vale harus bertanggung jawab penuh atas pencemaran ini, baik itu disengaja maupun karena kelalaian.

Di sisi lain, Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyatakan bahwa sumber kebocoran telah berhasil diidentifikasi dan diisolasi. Perusahaan saat ini berfokus menghentikan penyebaran minyak dan telah menyediakan dukungan logistik serta layanan kesehatan bagi warga.

Namun, dampak dari tumpahan ini sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Menurut Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, tumpahan minyak tersebut telah mencemari setidaknya 30 hektare lahan pertanian. Ia memastikan bahwa para petani tambak dan sawah di area terdampak akan gagal panen.

"Kalau gagal panen, itu sudah pasti gagal panen. Karena sudah tercemari dengan minyak," kata Ibas.

Terkait kerugian yang diderita warga, Bupati Irwan menegaskan bahwa pemerintah telah meminta PT Vale untuk segera memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak.

#WALHI Sulsel #PT Vale