Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Jumat, 21 November 2025 20:14

Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro, mengunjungi wilayah operasi PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Jumat, 21 November 2025.
Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro, mengunjungi wilayah operasi PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Jumat, 21 November 2025.

Danau Matano Tetap Terjaga, Kementrian Lingkungan Hidup Puji Pengelolaan Tambang di Luwu Timur

Kondisi lingkungan yang terjaga dengan baik di sekitar danau menjadi bukti bahwa kegiatan pertambangan dan perlindungan ekosistem dapat berjalan berdampingan ketika dilandasi komitmen, disiplin, dan kontrol operasional yang ketat.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro, memuji pengelolaan tambang di Kabupaten Luwu Timur, khususnya yang dilakukan PT Vale. Kondisi Danau Matano yang tetap terjaga menjadi bukti pengelolaan tambang yang cukup baik.

"PT Vale yang beroperasi di Luwu Timur ini sudah menunjukkan ke kami cara penambangan dengan reklamasi yang progresif. Lokasi yang dekat dengan Danau Matano menunjukkan kondisi danau yang terjaga, menjadi bukti pengelolaan tambang yang baik. Ini adalah contoh best practice penambangan," ujarnya saat mengunjungi wilayah operasi PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Jumat, 21 November 2025.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi PT Vale karena menandai perhatian dan pengawasan tingkat tinggi pemerintah terhadap bagaimana perusahaan besar seperti PT Vale menerjemahkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam praktik nyata di lapangan.

Sebagai pejabat tinggi yang bertanggung jawab atas tata lingkungan nasional, Sigit Reliantoro membawa mandat besar untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam Indonesia berjalan selaras dengan perlindungan keanekaragaman hayati, penurunan emisi, dan tata kelola berkelanjutan.

Kehadirannya di Luwu Timur menunjukkan bahwa pemerintah memandang PT Vale sebagai mitra strategis dalam mendorong tata kelola pertambangan yang berstandar global.

Selama kunjungan, rombongan Deputi Sigit menyaksikan secara langsung implementasi reklamasi progresif PT Vale, termasuk area yang berdekatan dengan Danau Matano, salah satu danau terdalam dan terjernih di dunia.

Kondisi lingkungan yang terjaga dengan baik di sekitar danau menjadi bukti bahwa kegiatan pertambangan dan perlindungan ekosistem dapat berjalan berdampingan ketika dilandasi komitmen, disiplin, dan kontrol operasional yang ketat. Deputi Sigit menegaskan bahwa praktik reklamasi PT Vale merupakan contoh best practice yang dapat menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan tambang berkelanjutan.

Selain aspek lingkungan, rombongan kementrian juga meninjau program pengembangan ekonomi masyarakat yang menjadi bagian dari komitmen post-mine economy PT Vale. Salah satu contohnya adalah kebun nanas Ponda’ta di Desa Tabarano, yang berhasil mengubah lahan kritis dan rawan kebakaran menjadi kawasan produktif yang mendorong kemandirian ekonomi warga. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #Kementrian Lingkungan Hidup #PT Vale #Danau Matano