Langkah Baru dari Makassar: 6 Inovasi Kebencanaan Lahir Demi Kota yang Lebih Tangguh dan Peduli
Enam inovasi ini lahir dari serangkaian diskusi, pengamatan lapangan, dan masukan dari banyak pihak.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Perubahan besar tak selalu dimulai dari hal yang rumit. Kadang, ia berawal dari satu keyakinan sederhana: bahwa kita bisa berbuat lebih baik, bersama.
Keyakinan inilah yang mendorong BPBD Kota Makassar meluncurkan enam inovasi kebencanaan terbaru, Kamis (31/7), dalam acara soft launching yang digelar di Hotel Vasaka Makassar. Inovasi-inovasi ini dirancang bukan hanya untuk menghadapi bencana secara teknis, tapi juga dengan sentuhan hati, kearifan lokal, dan semangat kolaborasi.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Dr. H. M. Fadli Tahar, S.E., MM, menyampaikan bahwa perubahan cara pandang dalam penanggulangan bencana sangat dibutuhkan.
“Kita ingin Makassar jadi kota yang siap menghadapi bencana, tapi dengan cara yang lebih manusiawi, lebih inklusif, dan lebih bermakna,” ungkapnya dalam sambutan yang hangat namun penuh semangat.
Inovasi yang Lahir dari Masalah Nyata
Enam inovasi ini lahir dari serangkaian diskusi, pengamatan lapangan, dan masukan dari banyak pihak. Semuanya berangkat dari satu pertanyaan besar: apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat saat bencana datang?
SALAMA
Metode edukasi kesiapsiagaan bencana berbasis cerita untuk anak-anak. Lewat dongeng dan pendekatan hypnoshield, SALAMA membantu anak memahami situasi darurat dengan cara yang aman dan nyaman.
MACCA
Manajemen risiko berbasis data lokal dan kecerdasan komunitas. Nama “Macca” sendiri berarti cerdas dalam Bahasa Bugis—cerminan warga yang tanggap dan bijak menghadapi ancaman.
SILOKA
Sistem logistik kebencanaan berbasis komunitas, yang menjamin kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan saat bencana terjadi.
BALLA SALAMA
Transformasi posko BPBD di tiga kecamatan menjadi pusat tanggap darurat 24 jam. Lengkap dengan sistem digital dan pelayanan langsung kepada masyarakat sekitar.
AGANGTA
Layanan pemulihan psikososial dengan pendekatan seni, cerita, dan hypno resilien, dirancang khusus untuk anak-anak dan kelompok rentan setelah bencana.
PAKABAJI
Program pemulihan pascabencana berbasis gotong royong. Mendorong warga bangkit bersama, saling bantu, dan membangun kembali kehidupan dengan semangat baru.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat dari 15 kecamatan, komunitas pendongeng, dan mitra kebencanaan. Mereka bukan sekadar penonton, tapi bagian dari proses yang akan terus bergerak ke lapangan melalui uji coba di 7 kecamatan rawan bencana.
“Inovasi ini tidak diciptakan di ruang tertutup. Semuanya lahir dari masalah nyata yang kami hadapi bersama warga,” lanjut Fadli.
Harapan Baru untuk Makassar
Dengan enam inovasi ini, Makassar melangkah lebih jauh. Bukan sekadar tanggap darurat, tapi juga membangun sistem yang lebih tangguh, lebih peduli, dan lebih berdaya.
Makassar tidak menunggu bencana datang untuk bergerak. Makassar memilih bersiap, belajar, dan berbenah—dengan semangat bersama, demi masa depan yang lebih aman dan penuh harapan.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
