Makassar Siaga Banjir: BPBD Antisipasi Cuaca Ekstrem di 20 Kelurahan
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang melanda Makassar dan beberapa wilayah Sulsel pada 4-6 Desember 2024
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Makassar dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah menghadapi cuaca ekstrem yang memicu ancaman banjir. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, ada 48 titik rawan banjir yang tersebar di 20 kelurahan di empat kecamatan.
Titik-titik rawan banjir ini meliputi kawasan di Kecamatan Panakkukang, seperti Kelurahan Panaikang, Tallo, dan Pandang. Di Kecamatan Manggala, rawan banjir meliputi Kelurahan Manggala, Tamangapa, Antang, Batua, Bitoa, dan Borong. Sementara di Kecamatan Biringkanaya, terdapat Kelurahan Katimbang, Paccerakkang, Berua, Laikang, Sudiang, dan Pai. Di Kecamatan Tamalanrea, titik rawan meliputi Kelurahan Tamalanrea, Tamalanrea Jaya, Kapasa, dan Kapasa Raya.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menegaskan bahwa hingga 7 Desember 2024, situasi masih terkendali meski hujan terus mengguyur wilayah kota. Tim Kaji Cepat BPBD terus memantau kondisi di empat kecamatan dengan 20 kelurahan, memastikan semua dapat diakses oleh kendaraan bermotor.
“Wilayah-wilayah ini masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan koordinator tim pengungsi untuk menangani dampak banjir,” ungkap Hendra.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, BPBD Makassar telah menyiapkan berbagai alat penunjang, termasuk dua unit perahu karet, empat unit dayung, 41 unit rompi pelampung, dua unit ban pelampung, dan 41 unit helm pelindung. Hendra mengimbau masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem untuk segera menghubungi layanan tanggap darurat 24 jam melalui Call Center 112 atau Pusdalops BPBD Makassar di nomor 0811-4171-112.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. “Cuaca ekstrem ini dapat mengakibatkan banjir, jadi pastikan dokumen penting aman dan instalasi listrik dalam kondisi baik,” ujarnya. Danny juga mengimbau agar warga menghindari pohon saat angin kencang dan tetap berada di rumah selama kondisi cuaca buruk.
“Mari kita berdoa agar semua berjalan lancar dan risiko dapat diminimalkan,” kata Danny, menutup pernyataannya.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang melanda Makassar dan beberapa wilayah Sulsel pada 4-6 Desember 2024. Prakirawan BBMKG, Sitti Nurhayati Hamzah, menjelaskan bahwa intensitas hujan diprediksi lebat dengan curah hujan mencapai 40-60 persen.
“Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang, dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” tambah Sitti.
Masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang guna mengurangi dampak dari cuaca ekstrem ini.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
