Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 27 Mei 2025 20:00

Pengurus Yayasan Islamic Center Masjid Al Markas Al Islami Makassar bertemu dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
Pengurus Yayasan Islamic Center Masjid Al Markas Al Islami Makassar bertemu dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Munafri Arifuddin Minta Pengurus Yayasan Islamic Center Edukasi Warga Soal Bahaya Paham Radikal

Guru Besar Filsafat Pendidikan dan Dakwah di UIN Alauddin Makassar menyebut Wali Kota Makassar berpesan agar Masjid Al Markas aktif untuk mengedukasi masyarakat agar mereka jauh dari paham-paham kekerasan.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pengurus Yayasan Islamic Center Masjid Al Markas Al Islami Makassar bertemu dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Pertemuan itu berkaitan dengan Festival dan Renungan Muharram 2025.

Ketua Harian Yayasan Al-Markaz Al-Islami, Prof Mustari Mustafa mengatakan, kehadirannya untuk meminta langsung Wali Kota Munafri Arifuddin untuk hadir pada Festival Muharram di Masjid Al Markas.

"Nanti pada tanggal 26 Juni 2025 itu malam dan sekaligus mengharapkan kebijakan Bapak Wali Kota meramaikan pawai obor malam itu, agar menjadi pawai obor yang meriah," kata Prof Mustari di Kantor Balaikota Makassar, Selasa, 27 Mei 2025.

Prof Mustari menjelaskan pawai obor ini melibatkan pelajar di Kota Makassar. Ia berharap dukungan penuh Pemkot Makassar pada giat tersebut.

"Termasuk Masjid Al Markas sekarang ini sudah pembenahan dan Bapak Wali Kota memberikan perhatian khusus terhadap jembatan di belakang lokasi itu, lalu kemudian juga beliau memastikan akan ada hibah ke masjid Al Markas," jelasnya.

Guru Besar Filsafat Pendidikan dan Dakwah di UIN Alauddin Makassar menyebut Wali Kota Makassar berpesan agar Masjid Al Markas aktif untuk mengedukasi masyarakat agar mereka jauh dari paham-paham kekerasan.

"Paham yang menyinggung, sama tadi menerima dari Densus beliau menyampaikan bahwa Pemerintah Kota, Densus Al Markas sama-sama edukasi masyarakat agar mereka terhindar dari pikiran, sampai tindakan-tindakan yang keras," ucapnya.

Menurutnya, paham tersebut bisa membahayakan dan merusak citra Islam termasuk membahayakan umat di Makassar.

"Wali Kota sampaikan dan kami merespon siap, karena Al Markas juga mengembangkan dakwah yang moderat, anak muda, pemuda-pemuda juga kita libatkan dan mereka kita bimbing dengan Islam yang ramah, moderat, dan toleran itu tiga hal yang kita bicarakan," tutupnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkot Makassar #Yayasan Islamic Center #Masjid Al Markaz Al Islami #Munafri Arifuddin #Bahaya paham radikal