Jumlah Warga Miskin Ekstrem di Maros Turun, Pemkab Fokus pada Infrastruktur dan Pemberdayaan
kategori miskin ekstrem merujuk pada kondisi di mana seseorang atau keluarga memiliki pengeluaran harian di bawah Rp45 ribu.
MAROS, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mencatatkan penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Suwardi Sawedi, menyebut jumlah warga miskin ekstrem kini berada di angka 14.633 jiwa atau setara 1,08 persen dari total penduduk.
“Angka ini turun drastis dari sebelumnya sekitar 25.000 jiwa. Ini menunjukkan bahwa upaya kolektif yang kita lakukan sudah mulai membuahkan hasil,” ungkap Suwardi, Senin (12/5/2025).
Suwardi menjelaskan, kategori miskin ekstrem merujuk pada kondisi di mana seseorang atau keluarga memiliki pengeluaran harian di bawah Rp45 ribu. Mereka menghadapi kesulitan besar dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, tempat tinggal layak, akses air bersih, hingga pendidikan.
Berbagai Program Intervensi
Menurut mantan Camat Cenrana itu, penurunan angka kemiskinan ekstrem tak lepas dari berbagai intervensi strategis yang dijalankan pemerintah daerah. Berbagai program tersebut menyentuh banyak aspek, mulai dari infrastruktur, ekonomi, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kami fokus pada peningkatan akses sanitasi dan air bersih karena ini menjadi kebutuhan mendasar yang sering terabaikan, terutama di desa-desa,” kata Suwardi.
Pemkab Maros juga aktif mendata anak-anak tidak sekolah (ATS) agar mereka dapat kembali mengenyam pendidikan. Sementara di sektor ekonomi, pengembangan UMKM terus digencarkan guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Selain itu, pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa maupun Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Ini kami lakukan untuk memberikan jaring pengaman sosial bagi warga miskin ekstrem,” jelasnya.
Penguatan Infrastruktur dan Dukungan Baznas
Di samping bantuan sosial, pemerintah daerah juga mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang, seperti perbaikan dan pembangunan jalan serta jembatan. Upaya ini bertujuan membuka akses antarwilayah dan memperkuat konektivitas ekonomi.
“Bantuan stimulan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga turut kami salurkan untuk mendukung keluarga miskin ekstrem,” tambah Suwardi.
Ia menekankan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem di Maros bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi juga memerlukan kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.
“Dengan kolaborasi dan sinergi semua pihak, kami optimistis angka kemiskinan ekstrem di Maros dapat terus ditekan. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup layak dan sejahtera,” pungkasnya.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
Berita Populer
31 Januari 2026 08:38
31 Januari 2026 08:47
31 Januari 2026 11:46
31 Januari 2026 12:32
31 Januari 2026 15:51
