Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Seorang pria di India ditangkap usai menyamar sebagai dokter spesialis jantung dan diduga menyebabkan kematian tujuh pasien melalui operasi ilegal. Kasus ini memicu kecaman publik dan penyelidikan mendalam.
BUKAMATANEWS– Seorang pria di India ditangkap setelah diduga menyamar sebagai dokter spesialis jantung dan melakukan tindakan medis ilegal yang menyebabkan kematian tujuh pasien. Pelaku diketahui bernama Narendra Vikramaditya Yadav, yang selama ini mengaku sebagai Dr. John Camm, seorang profesor ternama asal Inggris.

Penipuan ini terbongkar setelah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia India menyelidiki kematian beruntun di Rumah Sakit Mission, tempat Yadav melakukan praktik ilegal. Polisi mengungkap bahwa semua dokumen yang digunakan pelaku untuk menyamar sebagai ahli jantung asal Inggris itu adalah palsu.
“Dokumen-dokumennya telah dipastikan palsu. Tersangka sudah diamankan oleh tim kami,” ujar Supt. Somvanshi kepada media lokal.
Ketujuh korban, menurut laporan, meninggal dunia usai menjalani prosedur angioplasti, sebuah tindakan medis yang biasa dilakukan untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat di jantung.
Wakil Kepala Menteri Madhya Pradesh, Rajendra Shukla, menegaskan bahwa pelaku akan dijerat hukum dengan tegas jika terbukti bersalah. Kasus ini mencuat setelah salah satu keluarga korban mengajukan pengaduan karena mencurigai kejanggalan atas kematian kerabat mereka.
“Setelah ibu saya meninggal, pria itu langsung menghilang tanpa jejak,” ungkap Nabi Qureshi, putra salah satu korban, kepada NDTV.
Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa sejak 2019, Yadav telah mengklaim melalui blog pribadinya bahwa ia menempuh pendidikan kedokteran di Inggris, belajar langsung di bawah Prof. A. John Camm, dan bekerja sebagai ahli jantung intervensi di RS St George, London.
Namun catatan publik menunjukkan fakta berbeda: pada 2018, Yadav terdaftar sebagai pendiri empat perusahaan di Inggris, menggunakan nama Dr. Narendra Vikramaditya Yadav, yang kemudian diubah menjadi Dr. Narendra John Camm, memperkuat dugaan penyamaran identitas.
Kasus ini memicu keprihatinan besar di India atas lemahnya sistem verifikasi tenaga medis, serta membangkitkan seruan untuk memperketat pengawasan praktik dokter palsu di rumah sakit-rumah sakit nasional.
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22