Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 24 Februari 2025 16:48

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman menerima tim World Agroforestry International Center For Research In Agroforestry (ICRAF), di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 24 Februari 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman menerima tim World Agroforestry International Center For Research In Agroforestry (ICRAF), di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 24 Februari 2025.

Pemprov Sulsel - ICRAF Bahas Rencana Penyusunan Peta Jalan Ekonomi Hijau

ICRAF menyampaikan harapannya agar penyusunan peta jalan pertumbuhan ekonomi hijau Sulsel ini bisa diselesaikan sebelum penetapan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gubernur Sulsel.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman menerima tim World Agroforestry International Center For Research In Agroforestry (ICRAF), di Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 24 Februari 2025. Pertemuan ini dalam rangka kegiatan riset aksi Sustainable Landscape for Climate Resilient Livelihoods (Land4Lives).

Jufri Rahman mengatakan, pertemuannya dengan ICRAF untuk membicarakan terkait penyusunan peta jalan pertumbuhan ekonomi hijau di Sulsel yang disusun bekerja sama dengan Bappelitbangda Sulsel.

"ICRAF ini semacam (organisasi) NGO yang dibiayai oleh Pemerintah Kanada, melakukan kerja sama dengan Bappelitbangda Sulsel. Membantu Bappelitbangda dalam penyusunan peta jalan (pertumbuhan) ekonomi hijau Provinsi Sulsel," ujarnya, usai pertemuan.

Jufri Rahman menjelaskan, hasil riset yang dilakukan ICRAF yang disusun dalam peta jalan pertumbuhan ekonomi hijau ini nantinya akan diluncurkan melalui kegiatan konsultasi publik atau public hearing yang rencananya digelar pada 27 Februari 2025 mendatang. Serta akan dihadiri langsung Duta Besar Kanada untuk Indonesia.

"Itu akan diluncurkan dalam public hearing yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 (Februari) yang dihadiri oleh Dubes Kanada. Dubes Kanada besok datang, saya akan menerima mewakili Pak Gubernur," ungkapnya.

Dalam pertemuan tadi, kata Jufri Rahman, ICRAF menyampaikan harapannya agar penyusunan peta jalan pertumbuhan ekonomi hijau Sulsel ini bisa diselesaikan sebelum penetapan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gubernur Sulsel.

Sementara itu, Direktur ICRAF Indonesia Andre Ekadinata mengungkapkan, pertemuannya dengan Sekda Jufri Rahman untuk melaporkan pelaksanaan kegiatan ICRAF di Sulsel yang sudah berjalan sejak 2021 lalu, dan kerjasama dengan Bappelitbangda sejak 2022 hingga saat ini melalui penyusunan master plan pertumbuhan ekonomi hijau Sulsel.

"Kerjasama di Sulsel itu kami lakukan sejak tahun 2021. Pada tahun 2022 bekerja sama dengan Bappelitbangda, kita mencoba menyusun namanya master plan pertumbuhan ekonomi hijau. Isinya adalah apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan Sulsel untuk memastikan perekonomian dari sektor lahannya seperti kopi, kakao, jagung, itu bisa tumbuh terus tapi tidak mengorbankan fungsi-fungsi lingkungan," tegasnya.

Rencananya, lanjut Andre, pihaknya akan menggelar kegiatan konsultasi publik terkait master plan pertumbuhan ekonomi hijau Sulawesi Selatan bersama Bappelitbangda Provinsi terkait dengan hasil analisa yang sudah dilakukan dan kelengkapan data serta rekomendasi-rekomendasi yang telah disusun.

"Kamis itu kita akan sampaikan ke publik untuk dapatkan masukan akhir. Dari sana tidak butuh waktu lama untuk menuliskan isinya untuk dimasukkan ke RPJMD," ujarnya.

Pelaksanaan Konsultasi Publik tersebut, lanjutnya, rencananya akan dihadiri langsung Duta Besar Kanada untuk Indonesia. (*)

#Pemprov Sulsel #ICRAF Indonesia #Jufri Rahman #ekonomi hijau