PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter
29 November 2025 19:07
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan foto yang beredar di media sosial kemungkinan foto lama. Dia memastikan tak ada produk tabung gas pink 3 kg seperti yang diperbincangkan di media sosial.
BUKAMATANEWS - PT Pertamina Patra Niaga membantah kabar produk LPG 3 kg nonsubsidi berwarna pink bermerek Bright Gas akan menggantikan LPG 3 kilogram subsidi berwarna hijau atau yang selama ini dikenal dengan istilah "gas melon".

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan foto yang beredar di media sosial kemungkinan foto lama. Dia memastikan tak ada produk tabung gas pink 3 kg seperti yang diperbincangkan di media sosial.
"Informasi tersebut tidak benar, dan produk Bright Gas saat ini hanya tersedia dalam dua kemasan, yaitu 5,5 kg dan 12 kg," kata Heppy dilansir situs indonesia.go.id, Selasa (4/1).
Heppy menjelaskan Pertamina pernah menguji coba tabung gas Bright Gas 3 kg berwarna pink pada 2018. Saat itu, 2.000 tabung diedarkan di Jakarta dan 1.000 tabung di Surabaya.
Meskipun begitu, produk itu tak lanjut dipasarkan. Heppy mengatakan saat ini tak ada produk tabung 3 kilogram dari Bright Gas.
"Betul (saat uji pasar), sepertinya foto itu dari 2018," ujarnya.
Sebelumnya, beredar foto produk LPG 3 kg nonsubsidi berwarna pink merek Bright Gas. Dalam unggahan di media sosial disebutkan produk tersebut akan menggantikan LPG 3 kilogram subsidi berwarna hijau atau yang selama ini dikenal dengan istilah "gas melon".
Isu itu mencuat di tengah keresahan publik atas sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kg subsidi. Kesulitan itu disebabkan kebijakan Kementerian ESDM mengubah pengecer LPG 3 kg menjadi pangkalan resmi.
"Laporan yang masuk ke kami, subsidi ini, LPG ini, ada yang sebagian tidak tepat sasaran. Ya mohon maaf, tidak bermaksud curiga nih. Ada satu kelompok orang yang membeli LPG dengan jumlah yang tidak wajar. Ini untuk apa? Harganya naik. Sudah volumenya tidak wajar, harganya pun dimainkan," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (3/2).
29 November 2025 19:07
29 November 2025 18:30
29 November 2025 17:11
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 16:15
29 November 2025 12:27
29 November 2025 13:56