Pemerintah Bangun Tujuh Jalan Tol Menuju IKN
Pembangunan jalan tol ini akan menggunakan teknologi immersed tunnel atau terowongan bawah laut pertama di Indonesia.
JAKARTA, BUKAMATA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun tujuh tol menuju kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN). Tujuannya untuk mempercepat mobilitas, menyediakan aksesibilitas, dan mempermudah konektivitas ke pusat pemerintahan.
"Jalan tol ini akan mempermudah akses warga IKN dan para calon investor," kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur Ditjen Bina Marga, Reiza Setiawan, kemarin, Sabtu, 27 April 2024.
Selain itu, pembangunan jalan tol tersebut akan menjadi bahan kajian untuk pengembangan bandara di IKN. "Apakah nanti akan dikomersialkan atau tetap untuk VVIP karena harus dikaji konektivitas transportasi dan kepentingan investasinya," kata Reiza.
Ke tujuh jalan tol tersebut terdiri dari Seksi 1 dari Bandara Sepinggan ke Tol Balikpapan-Samarinda. Saat ini jalan tol yang rencananya membentang sepanjang 7 kilometer itu masih dalam proses desain.
Kemudian Seksi 3A sepanjang 13,4 kilometer dari Karang Joang hingga KTT Kariangao. Ketiga, Seksi 3B sepanjang 7,33 kilometer dari KTT Karingau sampai Simpang Tempadung.
Keempat, Seksi 5A sepanjang 6,68 kilometer dari Simpang Tempadung sampai Jembatan Pulau Balang. Berikutnya Tol 5B dari Jembtaan Bentang Panjang sampai Bandara VVIP.
Lalu Seksi 6A sepanjang 6,22 kilometer dari Bandara VVIP ke Outer Ring Road IKN yang masih dalam rencana. Terakhir Seksi 6B sepanjang 6,18 kilometer dari Outer Ring Road IKN ke Simpang 3 ITCI.
Sehingga, total panjang tujuh jalan tol menuju pusat pemerintahan di IKN tersebut mencapai 59,82 kilometer. Saat ini juga sedang dikaji penambahan Seksi 4A dan 4B yang nantinya makin mempersingkat akses ke sana.
Menurut Reiza, pembangunan jalan tol ini akan menggunakan teknologi immersed tunnel atau terowongan bawah laut pertama di Indonesia. "Diharapkan ini akan selesai pada enam tahun, terbagi atas satu tahun studi dan lima tahun pembangunan," ujarnya.
Reiza berharap keberadaan terowongan bawah laut itu tidak mengganggu ekologi sungai atau laut. "Sehingga preferasi pesut atau dugong bisa lewat di atasnya," ujarnya.
Selain itu, jalan tol tersebut diharapkan bakal mempersingkat waktu perjalanan dari Balikpapan ke kawasan inti pusat pemerintahan IKN. "Diperkirakan waktu tempuhnya hanya mencapai 30 menit," imbuhnya. (*)
News Feed
RMS Jadi Magnet Gelombang Kader Baru, Lutfi Halide dan Rezki Mufliati Gabung PSI
31 Januari 2026 16:43
APCAT Summit, Hasanuddin CONTACT Dorong Program Pengendalian Tembakau di Kota Makassar
31 Januari 2026 15:51
Berita Populer
31 Januari 2026 08:38
31 Januari 2026 08:47
31 Januari 2026 11:46
31 Januari 2026 12:32
31 Januari 2026 14:13
