BUKAMATA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memberikan teguran tegas kepada Batik Air dan akan menggelar investigasi mendalam terkait kasus pilot dan co-pilot yang tertidur saat penerbangan.
Mengutip pernyataan resmi dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M Kristi Endah Murni, maskapai penerbangan diminta untuk lebih memperhatikan waktu dan kualitas istirahat awak pesawat yang memengaruhi tingkat kewaspadaan selama penerbangan.
"Kami akan melakukan investigasi dan review terhadap operasi penerbangan malam di Indonesia terkait manajemen risiko kelelahan untuk Batik Air dan semua operator penerbangan," ungkap Kristi dalam keterangannya.
Diketahui, untuk kasus kru penerbangan BTK6723, langkah-langkah disiplin internal telah diterapkan sesuai prosedur operasional standar (SOP) untuk memulai investigasi lebih lanjut.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga akan mengirimkan inspektur penerbangan yang berwenang menangani Resolusi of Safety Issue (RSI) untuk menelusuri akar masalah dan merekomendasikan tindakan mitigasi yang diperlukan.
Kristi menekankan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan dengan serius dan sanksi akan diberlakukan sesuai dengan hasil investigasi yang ditemukan oleh tim investigator.
Sebelumnya, insiden tersebut terjadi saat pilot dan kopilot Batik Air dilaporkan tertidur saat mengemudikan pesawat Airbus A320 dari Bandara Halu Oleo, Kendari, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Insiden ini tercatat dalam laporan pendahuluan yang dirilis oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
TAG
BERITA TERKAIT
-
Rugikan Negara Rp 562 Miliar, Ex Dirjen Kemenhub Divonis 7 Tahun Penjara
-
Tarif Ojol Bakal Naik 15 persen, Gojek: Kami Ikut Regulasi Pemerintah
-
Erupsi Gunung Lewotobi, 26 Jalur Penerbangan dan 14 Ribu Penumpang Ikut Terdampak
-
Truk Rem Blong Kembali Makan Korban di Tol Ciawi, Hamka B Kady Tagih Janji Kemenhub
-
Batik Air Turunkan Paksa Penumpang Karena Tak Mau Pakai Sabuk Pengaman