Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
"Kita jelaskan bahwa kita tdk ada dana utk uang transportasi, sebagai gantinya, kita mau sediakan voucher bensin 2 liter per motor," katanya kepada Bukamatanews.id
MAKASSAR,BUKAMATA - Sebuah insiden terjadi saat peserta kampanye Ganjar-Mahfud di Makassar mengeluarkan ketidakpuasan terkait uang transport yang diterima.
Video tersebut kemudian ramai beredar di media sosial, Selasa 30 Januari 2024.
Menanggapi hal tersebut Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD), Dr. Udhin Malik memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.
Dr Udhin mengatakan, beberapa hari sebelum acara, Tim Pemenangan Daerah telah melakukan serangkaian rapat dengan korlap-korlap relawan resmi yang terdaftar di TPD.
"Kita jelaskan bahwa kita tidak ada dana untuk uang transportasi, sebagai gantinya, kita mau sediakan voucher bensin 2 liter per motor," katanya kepada Bukamatanews.id
"Akhirnya, panitia mendistribusikan voucher kepada korlap relawan masing dengan perhitungan 1 motor = 2 liter, asumsi 1 motor= 2 orang,"tambahnya.
Dr Udhin mengaku koordinator-kordinator relawan yang terdaftar di TPD setuju dengan keputusan tersebut.
"Namun, pada hari acara, terdapat banyak "relawan" yang datang tanpa mengetahui informasi tersebut, yang tidak terkomunikasikan kepada anggota yang mereka bawa,"jelasnya.
Mengenai konsumsi lanjut dia, panitia menyediakan untuk 7500 peserta, dan hanya sekitar 5000 orang yang terdata hadir di lapangan.
"Kenapa ada yang kebagian, karena massa mendorong dan memaksa mengambil lsg kantong per kantong. sehingga ada yang kebagian ada yang tidak (kebagian)," jelasnya.
Dr.Udhin mengatakan, panitia berencana untuk mendistribusikan makanan setelah acara selesai, namun karena jadwal terlambat 2.5 jam, distribusi dilakukan di dalam ruangan.
Dr.Udhin menyampaikan penjelasan ini dan memohon maaf jika ada yang merasa tidak puas.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran banyak peserta yang hadir dengan tulus ikhlas demi bertemu dengan Pak Ganjar.
Viralnya kejadian tersebut, kata Dr Udhin menunjukkan bahwa kampanye Paslon Ganjar-Mahfud jauh dari praktek politik uang.
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33