Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi pada 15 Januari, Kim Jong Un menyebut monumen itu merusak pemandangan
BUKAMATA - Korea Utara dilaporkan merobohkan sebuah monumen bersejarah yang melambangkan persatuan dengan Korea Selatan, dengan dugaan perintah penghancuran berasal dari pemimpin negara, Kim Jong Un.

NK News, outlet berita yang memantau aktivitas Korea Utara, pertama kali melacak hilangnya monumen persatuan ini melalui citra satelit Kota Pyongyang pada hari Selasa 24 Januari 2024.
Monumen yang secara resmi dikenal sebagai Monument to the Three Charters for National Reunification, atau sering disebut sebagai Arch of Reunification, telah menjadi simbol harapan reunifikasi Korea setelah pertemuan puncak antar-Korea pada tahun 2000.
Monumen setinggi 30 meter ini melambangkan kemandirian, perdamaian, dan kerja sama nasional.
Dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi pada 15 Januari, Kim Jong Un menyebut monumen itu merusak pemandangan dan menegaskan Korea Selatan sebagai musuh utama yang tidak mungkin berubah.
Tindakan ini menambah ketegangan di Semenanjung Korea, terutama setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan manuver militer sebagai respons terhadap uji coba rudal Korea Utara.
Kim Jong Un sebelumnya telah mengancam untuk "memusnahkan" Korea Selatan jika diserang bersama dengan Amerika Serikat.
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:25