Hikmah
Hikmah

Selasa, 28 November 2023 07:20

Gencatan Senjata Hamas-Israel Resmi Diperpanjang

Gencatan Senjata Hamas-Israel Resmi Diperpanjang

Ia pun mengatakan selama 48 jam ke depan negosiasi baru akan dilakukan. Khususnya untuk memperpanjang gencatan senjata dan menjamin pembebasan lebih banyak tawanan sipil.

BUKAMATA - Gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel resmi diperpanjang setelah sebelumnya berlangsung empat hari.

Dilansir dari Al-Jazeera, Selasa 22 November 2023 pernyataan langsung dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari. Meski demikian, gencatan senjata hanya akan diperpanjang 48 jam alias dua hari.

"Kami berharap ... kita akan meningkatkan jumlah sandera yang keluar dari Gaza," katanya.

"Setiap hari yang bisa kita beli dengan ketenangan, tentu saja sangat berharga bagi masyarakat Gaza, terutama dalam hal mendatangkan bantuan kemanusiaan," tegas Al-Ansari lagi.

Ia pun mengatakan selama 48 jam ke depan negosiasi baru akan dilakukan. Khususnya untuk memperpanjang gencatan senjata dan menjamin pembebasan lebih banyak tawanan sipil.

"Kami berharap momentum ini... akan membantu kami membuka pintu perundingan untuk gencatan senjata yang lebih langgeng dan berkelanjutan," tambahnya.

"Prioritas kami adalah mengajak pihak-pihak yang paling berisiko keluar sebelum membahas isu-isu jangka panjang," ujarnya.

"Tentu saja, segera setelah kami menyelesaikan masalah perempuan dan anak-anak, dan kemudian laki-laki sipil, kami akan mulai bernegosiasi mengenai personel militer yang ditahan di Gaza."

Diketahui Qatar menjadi mediator konflik Israel dan Hamas. Mesir juga mengambil peran yang sama dalam konflik ini.

Hamas dikatakan sejumlah media membenarkan perpanjangan senjata. Namun belum ada komentar langsung dari Israel meski seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa kesepakatan telah tercapai.

Pengumuman perpanjangan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, utusan utama Uni Eropa (UE) Josep Borrell, dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menambahkan seruan untuk menghentikan pertempuran lebih lama.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan langkah perpanjangan sebagai "secercah harapan dan kemanusiaan di tengah kegelapan perang".

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#hamas israel #gencatan senjata

Berita Populer