Wiwi
Wiwi

Minggu, 12 November 2023 08:16

Diduga Dukung Palestina, TikTok jadi Sorotan AS

Diduga Dukung Palestina, TikTok jadi Sorotan AS

Sejak perang antara Israel dan Hamas, pengaruh TikTok kembali muncul di ranah publik seiring dengan pengawasan terhadap mendominasinya konten pro-Palestina.

BUKAMATA - TikTok kembali menjadi sorotan di Amerika Serikat (AS) setelah muncul klaim bahwa media sosial video tersebut mendorong generasi muda untuk mendukung Palestina dan Hamas.

Melansir dari Al Jazeera, politisi sekaligus senator, Josh Hawley dan Marco Rubio, serta anggota dewan, Mike Gallagher, menyerukan AS untuk melarang TikTok dengan dugaan bias terhadap konten anti-Israel dan anti-Yahudi.

"Meskipun masalah keamanan data adalah hal yang paling penting, kemampuan TikTok yang mampu mengubah pandangan dunia yang dihadapi generasi muda AS jarang dibahas. Perang Israel dengan Hamas adalah ujian penting," ujar Hawley dalam suratnya kepada Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, dikutip Minggu (12/11/2023).

Dalam suratnya, Hawley mengutip jajak pendapat CAPS-Harris Harvard yang menunjukkan bahwa 51 persen remaja AS berusia 18 hingga 24 tahun berpihak pada Hamas yang menyerang Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, berbeda dengan warga lanjut usia (lansia) AS yang sangat mendukung Israel.

"Para analis menghubungkan hasil ini dengan banyaknya konten anti-Israel di Tiktok, tempat sebagian besar remaja pengguna internet mendapatkan informasi tentang dunia," kata Hawley.

Sementara itu, Rubio mengatakan bahwa TikTok adalah "sarang" misinformasi dan indoktrinasi pro-Hamas sekaligus tempat "pencucian otak".

Sejak perang antara Israel dan Hamas, pengaruh TikTok kembali muncul di ranah publik seiring dengan pengawasan terhadap mendominasinya konten pro-Palestina.

Pada Oktober lalu, pemodal ventura asal Amerika, Jeff Morris Jr, menuduh TikTok merusak generasi muda melalui algoritma dengan mengalihkan mereka dari sikap pro-Israel menjadi pro-Palestina.

Melalui utas di X (sebelumnya Twitter), Morris Jr mengungkapkan kekhawatirannya terkait tagar #standwithpalestine yang lebih populer dibanding #standwithisrael. Ia mengatakan, tagar #standwithpalestine telah ditonton tiga miliar kali, berbanding balik dengan #standwithisrael yang hanya 200 juta penayangan.

"Ketika saya menonton salah satu postingan di TikTok yang mendukung Palestina, seluruh feed saya berubah menjadi sangat anti-Israel," kata Morris Jr sambil menambahkan bahwa seolah-olah ia "diminta untuk melihat perang dengan Israel sebagai tokoh jahatnya."

Hingga saat ini, TikTok masih belum memberikan keterangan resmi apapun terkait algoritma soal perang Israel dan Hamas. Namun, sebelumnya TikTok telah menyatakan bahwa mereka "melawan terorisme" dan menghapus konten kebencian dan kekerasan.

Dalam sebuah pernyataan, TikTok menyatakan bahwa pihaknya telah menghapus lebih dari 925 ribu video di wilayah perang karena dianggap "melanggar kebijakan seputar kekerasan, ujaran kebencian, informasi yang salah, dan terorisme, termasuk konten yang mempromosikan Hamas."

Menurut laporan yang sama, data pengguna TikTok yang dapat dilihat secara publik menunjukkan bahwa ketertarikan pengguna AS terhadap perjuangan Palestina sangat besar, meskipun konten pro-Israel juga populer di situs tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#TikTok #Isarel-Palestina