Diduga Dukung Palestina, TikTok jadi Sorotan AS
Sejak perang antara Israel dan Hamas, pengaruh TikTok kembali muncul di ranah publik seiring dengan pengawasan terhadap mendominasinya konten pro-Palestina.
Secara global, konten pro-Palestina sangat mendominasi dengan #freepalestine dan #standwithpalestine masing-masing memperoleh 11 miliar dan satu miliar penayangan.
"TikTok perlu lebih serius dalam moderasi konten," ujar peneliti senior di Pusat Studi Teknologi Tata Kelola di Brookings Institution, Darrell West, kepada Al Jazeera.
"Disinformasi disebarkan melalui video di platform mereka dan meningkatkan ketegangan publik di semua sisi terkait isu ini. Dibutuhkan moderator manusia yang memeriksa keaslian video dan memastikan kebohongan tidak menyebar," lanjutnya.
Di AS, kecenderungan terhadap konten pro-Palestina tampaknya mencerminkan pergeseran generasi yang telah terjadi jauh sebelum perang Israel-Hamas.
Dalam survei yang dilakukan Pew Research pada tahun 2022, 61 persen warga Amerika berusia 18-29 tahun mengatakan bahwa mereka memandang warga Palestina "sangat baik" atau "cukup baik", dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 52 persen.
Ketika ditanya pertanyaan yang sama tentang warga Israel, 56 persen dari kelompok usia 18 hingga 29 tahun mengatakan bahwa mereka memandang mereka dengan "baik" dibandingkan dengan rata-rata 67 persen.
Wakil direktur nasional Dewan Hubungan Amerika-Islam, Edward Ahmed Mitchell, mengatakan bahwa kekhawatiran mengenai TikTok adalah hal yang sah. Namun, menonjolnya konten pro-Palestina di platform tersebut tidak termasuk di dalamnya.
"Munafik jika para politisi ingin membatasi akses ke platform media sosial karena mereka berani mengizinkan orang untuk secara bebas mengekspresikan dukungan mereka terhadap hak asasi manusia (HAM) Palestina dengan cara yang tidak dilakukan oleh platform media sosial lainnya," kata Mitchell kepada Al Jazeera.
"Dalam banyak kasus, kaum muda juga telah mengenal dunia dan menerima berita mereka secara langsung melalui media sosial, bukan melalui filter media arus utama," tambahnya.
"Oleh karena itu, jika ada generasi muda yang tumbuh selama 10 tahun dan belajar tentang Palestina langsung dari para korban pelanggaran HAM yang terus menerus ini maka tidak heran jika orang-orang akan lebih bersimpati kepada rakyat Palestina," tutup Mitchell.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
