Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menghadirkan inovasi terbaru dalam upaya mengatasi stunting. Peluncuran aplikasi 'InZTing Sulsel' oleh Pemprov membawa harapan untuk mengakhiri stunting di Sulsel
TAKALAR, BUKAMATA - Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin hari ini meluncurkan aplikasi stunting yang inovatif di Rujab Gubernur Sulsel, Kota Makassar.
Aplikasi ini merupakan hasil gagasan karya dari Pemkab Takalar yang kini menjadi percontohkan di tingkat Sulawesi Selatan.
Dalam acara peluncuran ini, turut hadir Kepala BKKBN RI, menandakan dukungan penuh dari pemerintah pusat terhadap upaya mengatasi masalah stunting di daerah ini.
Aplikasi tersebut diberi nama "InZTing Sulsel," singkatan dari Ikhtiar Men-Zerokan Stunting di Sulsel. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur kunci yang diharapkan akan membantu Pemerintah Daerah:
Pertama, aplikasi ini akan mengintegrasikan berbagai sektor dalam upaya intervensi stunting, mengakhiri pendekatan sektoral yang lama.
Kedua, InZTing Sulsel akan memberikan solusi digital untuk mendukung pengambilan keputusan, dengan mempermudah pengumpulan dan akses data yang terintegrasi.
Ketiga, aplikasi ini akan melibatkan seluruh sektor dalam proses digitalisasi, termasuk kader di tingkat Desa/Kelurahan.
Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi dari Pemkab Takalar dalam upaya mengatasi stunting di Sulsel.
Selain itu, Pj Bupati Takalar Setiawan Aswad menyambut peluncuran ini sebagai bukti nyata kolaborasi yang kuat antara kabupaten/kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat (BKKBN RI) dalam usaha serius mengatasi prevalensi stunting di Sulawesi Selatan.
Aplikasi InZTing Sulsel diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam pemantauan dan pengendalian prevalensi stunting.
Selain itu, aplikasi ini akan menjadi platform untuk konvergensi dan kolaborasi antara semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan terkait strategi dan langkah taktis operasional yang didasarkan pada data yang akurat, valid, dan real-time.
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33