Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Menggali kontroversi dalam industri hiburan Indonesia, baca berita terbaru tentang tuduhan penggunaan karya tanpa izin oleh HITS Records dan YGP Films. Pelajari kronologi insiden yang melibatkan fotografer Akbar Hendar dan rumah produksi terkenal, serta tanggapan netizen terhadap perdebatan etika ini.
BUKAMATA - Industri hiburan tanah air kembali bergolak akibat kontroversi yang melibatkan dua rumah produksi ternama, yaitu HITS Records dan YGP Films, terkait penggunaan karya foto tanpa izin.
Dua perusahaan ini diduga menggunakan karya foto milik seorang fotografer, Akbar Hendar, tanpa memperoleh izin terlebih dahulu.
Kontroversi ini bermula ketika Akbar Hendar, pemilik karya foto tersebut, secara tidak sengaja menemukan bahwa fotonya digunakan dalam salah satu video musik.
Pengungkapan kekecewaan Akbar melalui media sosialnya membuat insiden ini semakin mengemuka.
HITS Records, perusahaan rekaman musik dengan talenta terkenal seperti Nuca "Sampai Kita Tua," dan YGP Films, perusahaan rekaman film, diketahui terlibat dalam pembuatan video musik yang sama dengan karya foto tanpa izin.
Pada tanggal 13 Agustus 2023, Akbar Hendar menghubungi kedua rumah produksi tersebut melalui email.
Respons dari kedua perusahaan datang dengan permintaan maaf namun juga disertai pertanyaan mengenai nilai kompensasi yang harus dibayarkan sebagai ganti rugi.
Kontroversi semakin memuncak ketika terungkap bahwa pihak rumah produksi hanya bersedia membayar Rp20 juta sebagai kompensasi, yang dinilai tidak memadai oleh Akbar Hendar.
Meskipun foto tersebut diambil dari Google tanpa hak cipta yang tercantum, Akbar Hendar tetap bersikeras bahwa foto tersebut adalah miliknya dan diunggah di akun Instagram pribadinya.
Sikap keras rumah produksi yang enggan membayar kompensasi finansial dan mengklaim hak cipta menimbulkan reaksi keras dari netizen yang mengkritik tindakan ini.
Sampai saat ini, perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini belum diumumkan.
Namun, sorotan publik terus mengarah pada HITS Records dan YGP Films atas dugaan penggunaan karya tanpa izin yang memicu perdebatan etika di industri hiburan tanah air.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46