BUKAMATA, MAKASSAR - Seluruh polres yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal dievaluasi bila ditemukan kasus TPPO di wilayahnya, namun tidak ditindaklanjuti hingga tuntas.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana, mengatakan, evaluasi itu akan dilakukan terhadap Kasat hingga Direskrimum. Betapa tidak, kasus ini sudah jadi atensi dari Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
"Jadi apabila Polres-Polres yang menjadi TO (target operasi) tidak mengungkap kasus tersebut, maka kita akan melakukan analisa, dan bahkan bisa dilakukan evaluasi kepada para Kasat Reskrim (Polres) atau Direskrim (Polda)," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana kepada wartawan, Sabtu (1/7/2023).
Pihaknya mengaku tidak main-main dalam mengungkap kasus ini. Apalagu sudah menjadi atensi dari Presiden Jokowi.
"Kita sudah mengungkap banyak kasus, baik di Polda maupun Polres. Pengungkapan kasus ini kita tidak main-main, kita serius menangani ini karena merupakan atensi bapak Presiden, bapak Kapolri dan Kapolda," tegasnya.
Sejauh ini, pihaknya telah mengungkap 28 kasus TPPO di Sulsel. Korban dalam kasus ini tidak hanya dewasa, tapi juga anak di bawah umur, yang kemudian dijual ke luar negeri menjadi untuk pria hidung belang.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pemuda Asal Kepulauan Selayar Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja
-
Pemerintah Berhasil Gagalkan Keberangkatan 2.066 Calon Pekerja Migran Ilegal
-
Dinsos PPPA Luwu Timur Gelar Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
-
Kapolda Sulsel Ungkap Jaringan Penjualan Anak Lintas Provinsi Terkait Kasus Bilqis
-
Kapolri Sigit Lantik Brigjen Djuhandhani Jadi Kapolda Sulsel, Gantikan Irjen Rusdi Hartono