Samsul Bahri
Samsul Bahri

Sabtu, 10 Juni 2023 19:54

Muhammad Idkhan.
Muhammad Idkhan.

Pihak UNM Tak Terima Sebutan Bunker Soal Temuan Kasus Narkoba

Untuk sebutan bunker, tambahnya, kurang pas karena tempat penyimpanan barang haram itu ia anggap kecil.

BUKAMATA, MAKASSAR - Universitas Negeri Makassar (UNM) mempertanyakan sebutan bunker narkoba yang ditemukan di kampusnya. Tepatnya di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS).

Menurut Wakil Rektor III UNM Makassar, Muhammad Idkhan, sebutan itu tidak pantas. Meski ia mengaku telah memantau sebuah ruangan di FBS yang disebut tempat penyimpanan narkoba.

"Sebenarnya kita juga keberatan kalau dikatakan bunker, karena pengertian bunker itu adalah bisa sebesar apa. Kalau kedalamannya, saya nda sempat lihat bagaimana. Tapi semacam brangkas di situ. Tapi memang ditanam," kata Muhammad Idkhan., Sabtu (10/6/2023).

Untuk sebutan bunker, tambahnya, kurang pas karena tempat penyimpanan barang haram itu ia anggap kecil. Meski begitu, UNM menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke polisi soal siapa pelakunya.

Sebelumnya diberitakan, lima orang ditangkap polisi. Kelima orang itu kemudian dibawa polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Terkait identitas mereka, polisi belum memberikan keterangan. Namun pihak UNM buka suara soal temuan ini.

Kepala Humas UNM, Dr Burhanuddin, mengatakan, pihaknya juga belum memastikan siapa lima orang ditangkap itu. Termasuk kabar terungkapnya sebuah bunker dalam area kampusnya.

"Itu di Fakultas Bahasa dan Sastra. Nah itu masalah lima orang siapa itu, itu yang sementara kita jejaki. Yang tahu itu kepolisian karena polisi yang tanya kepada pelaku," jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bunker narkoba dalam kampus #UNM Makassar