BUKAMATA - Elly Sugigi menitip buah hatinya ke tukang sayur, keputusan itu diambil lantaran pendapatan tidak jelas dan tidak bisa memenuhi kebutuhan anaknya
Akhirnya Elly Sugigi memutuskan minitip buah hatinya itu ke orang lain. Orang tersebut adalah langganan sayurnya. Namun menurut Elly, agama tukang sayur itu sangat baik. Sehingga ia percaya menitip anaknya yang bernama Fitri
Hal itu dilakukan sebelum dia terkenal berduit seperti sekarang ini. Saat itu elly Sugigi hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Langkah ini Elly Sugigi ambil agar anak pertamanya itu bisa hidup. Elly tak menitipkan anaknya ke keluarga karena pernikahan pertamanya tidak direstui oleh orang tua pihak suami.
"(Hamil) 8 bulan itu udah ditawar anakku sama orang. Kasih makan daging, kasih makan sayur sop. Nggak dikasih duit," ungkap Elly Sugigi di podcast The Sungkars yang tayang pada Jumat (2/6/2023).
Menurut Elly, banyak orang ingin mengambil calon bayi yang ada di dalam kandungannya dengan tawaran menggiurkan.
Ada Salah satu orang menawarkan uang Rp250 juta dan satu rumah agar bisa mendapatkan calon bayi di kandungan Elly Sugigi. Tetapi Elly menolak tawaran itu dengan alasan agama.
"Banyak yang nawar. Ada yang nawar 250 juta, kasih rumah satu. Tapi ceprot lahiran, diambil. Aku nggak mau, karena kita nggak tau agamanya apa," terang Elly Sugigi kepada Shireen dan Zaskia Sungkar.
Pada akhirnya, Elly Sugigi menitipkan anaknya kepada tukang sayur langganannya. Elly kala itu hanya dibayar sebanyak Rp500 ribu.
"Kalo tukang sayur ini, aku tau agamanya bagus. Walaupun aku cuma dikasih 500 ribu untuk beli jamu, aku nggak nuntut," kata Elly Sugigi.
Meski sempat dipersulit bertemu, Elly Sugigi kini bahagia karena Fitri sang putri tumbuh menjadi gadis yang cantik. "Udah ketemu. Udah cantik tuh anak, udah S2," katanya.
BERITA TERKAIT
-
Sukses Lewati 2024 Sebagai Tahun Politik, Prof Zudan Ajak Masyarakat Sambut 2025 Sebagai Tahun Ekonomi dan Investasi
-
Anjlok lagi, Rupiah dekati Rp16.300 per USD
-
Menteri Luar Negeri China dan Indonesia Bahas Investasi dan Kerja Sama Bilateral di Bidang Hilirisasi
-
Kenaikan Tarif PPN Jadi 12% pada 2025, Berpotensi Picu Lonjakan Inflasi
-
OJK Khawatir Aturan Baru Penurunan Bunga Fintech Lending Bikin Lender 'Kabur'