Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Menurut Rommy, jika duet Ganjar-Prabowo terwujud, maka akan diusung oleh Koalisi Besar partai pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
BUKAMATA - Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy menyebut pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan ketua umum parpol akan membahas koalisi untuk duet Ganjar-Prabowo.
Menurut Rommy, jika duet Ganjar-Prabowo terwujud, maka akan diusung oleh Koalisi Besar partai pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Berpotensi mewujudkan koalisi besar dengan formasi Ganjar-Prabowo sebagai Capres-Cawapres," kata pria yang akrab disapa Rommy, Selasa (2/5/2023).
Romy memahami koalisi Ganjar-Prabowo bertolak belakang dengan keadaan saat ini. Sebab, baik Ganjar maupun Prabowo digadang-gadang sebagai calon presiden oleh partai masing-masing.
Namun, ia melihat masih ada kemungkinan duet tersebut terwujud pada Pilpres 2024. Menurutnya, keputusan ada di tangan Prabowo.
"Tentu hal ini terpulang ke Prabowo, apakah bersedia menjadi cawapres di tengah amanat partainya untuk menjadi capres," ujarnya.
Selain itu, kata dia, biasa partai pemenang Pemilu 2019 PDIP mengajukan capres, sementara parpol pemenang selanjutnya sebagai pengaju cawapres.
"Tentu hal ini terpulang ke Prabowo, apakah bersedia menjadi cawapres Ganjar di tengah amanat partainya untuk menjadi capres," tandas Rommy.
Menurut Rommy, jika Koalisi Besar minus Nasdem tidak terwujud, maka pertemuan para ketum parpol dengan Jokowi akan membahas alternatifnya, yakni finalisasi distribution of power dari 6 parpol pendukung pemerintah.
Yang jelas, kata dia, PDIP dan PPP telah menentukan sikap finalnya, yang mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33