Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Sebelumnya, pihak keluarga Virendy berharap, dengan otopsi ini penyebab meninggalnya Virendy bisa terungkap karena ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.
MAROS, BUKAMATA - Polisi mulai melakukan penyidikan dalam kasus kematian mahasiswa Unhas, Virendy Marjefy, yang tewas saat mengikuti Diksar Mapala 09 di Kabupaten Maros. Pihaknya pun mulai memburu tersangka dalam kasus ini.
"Kita tunggu karena belum ada rekomendasi gelar dari Polda untuk melihat siapa tersangkanya. Kan proses penyelidikan begitu. Kita mencari alat bukti," kata Kanit Tipidum Polres Maros, Ipda Wawan Hartawan, Jumat, 10 Maret 2023.
Wawan juga mengungkap penyebab kematian mahasiswa jurusan Arsitektur Unhas ini saat ikut Diksar Mapala 09 di Kabupaten Maros, Januari 2023 lalu.
"Kalau menurut hasil autopsi dari dokter itu, akibat kegagalan sirkulasi fungsi peredaran darah ke jantung terhambat karena ada sumbatan lemak," jelasnya.
Hasil autopsi itu kemudian yang nantinya akan menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mencari tersangka, untuk mempertanggungjawabkan di mata hukum.
"Ini kita jadikan bukti (hasil autopsi) alat bukti terhadap temuan dokter. Karena tidak bisa juga saya abaikan ini alat bukti, ini penting sekali untuk saya majukan ke pengadilan nanti. Nanti dokter yang bersangkutan menjelaskan lebih lanjut," pungkasnya.
Sebelumnya, pihak keluarga Virendy berharap, dengan otopsi ini penyebab meninggalnya Virendy bisa terungkap karena ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.
Pasalnya, mereka melihat sejumlah luka di tubuh anaknya. Itulah sebabnya mereka meminta polisi melakukan otopsi terhadap jenazah anaknya.
"Ada juga curhatnya di HP. Dia sudah siksa. Anak saya pakai kaca mata. kadang itu senior tappe (menampar). Lebih banyak tidak kena bagian mata," kata James kepada wartawan, Kamis 26 Januari 2023.
Dalam chat itu juga terungkap bahwa Virendy sudah menyerah mengikuti Diksar Mapala 09 Unhas di Kabupaten Maros itu. Akan tetapi mahasiswa Teknik ini terus dipaksa oleh panitia.
"Dia rasa sudah siksa, sudah menyerah tapi ada senior bilang tidak ada sejarahnya Mapala pulang sebelum finish," ungkapnya. (*)
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33