Redaksi
Redaksi

Rabu, 01 Maret 2023 16:49

Sektor Transportasi Menjadi Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Kab. Maros

keberadaan Bandara Sultan Hasanuddin turut mendongkrak perekonomian daerah.

Sektor Transportasi Menjadi Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Kab. Maros

Pertumbuhan ekonomi Maros juga diatas pertumbuhan ekonomi Sulsel dan Nasional. Ekonomi Sulsel pada tahun 2022 hanya sebesar 5,09 persen.

BUKAMATA - Setelah sempat terpuruk diangka 1,36 persen pada 2021 lalu, tahun ini pertumbuhan ekonomi Maros meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Maros masuk sebagai kabupaten tertinggi kedua di Sulsel

 

Pertumbuhan ekonomi Maros juga diatas pertumbuhan ekonomi Sulsel dan Nasional. Ekonomi Sulsel pada tahun 2022 hanya sebesar 5,09 persen.

Laju pertumbuhan ekonomi yang dicapai kabupaten Maros ini merupakan tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, pihaknya sangat bersyukur laju pertumbuhan ekonomi meningkat tajam setelah dihantam badai covid-19 dua tahun belakangan ini. 

 

 

"Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang terus mendorong bangkitnya perekonomian Maros setelah pandemi Covid-19,” beber Chaidir. 

Kepala BPS Maros Guruh Wahyu Martopo saat mengatakan, terdapat tiga lapangan usaha terbesar di Maros yang menyumbang cukup tinggi dalam laju pertumbuhan ekonomi Maros

Pertama, transportasi dan pergudangan sebesar 35,56 persen. Kedua, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan 16,50 persen.

Ketiga yakni industri pengolahan sebesar 15,57 persen.

“Sektor terbesar perekonomian Maros ada transportasi, industri semen dan pertanian," ungkapnya.

"Sektor transportasi dan pergudangan bahkan tumbuh sebesar 33,42 persen," terangnya.

Pihaknya juga mengakui keberadaan Bandara Sultan Hasanuddin turut mendongkrak perekonomian daerah.

"Kita mengakui bandara memiliki pengaruh besar terhadap laju perekonomian Maros,” ungkapnya.

"Tapi kami menilai pergerakan penumpang di bandara belum normal karena melihat data sebelum pandemi masih lebih tinggi dibanding setelah pandemi sehingga kami menyebut belum normal,” ujarnya.

Guruh Wahyu juga menyebut jika jumlah pergerakan penumpang telah normal, seharusnya pertumbuhan ekonomi Maros  bisa lebih tinggi.

“Untuk kinerja perekonomian Maros tercatat sebagai tertinggi kedua di Sulsel dan ini merupakan tren positif,” pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#ekonomi Maros #sektor transportasi #Sulsel