MAKASSAR, BUKAMATA - Bukan rahasia lagi jika banyak Calon Legislatif (Caleg) yang mengalami depresi ketika gagal di Pemilu. Hal ini dipicu oleh besarnya biaya yang telah dikeluarkan saat mengikuti perhelatan demokrasi lima tahunan tersebut, bahkan ada yang menjual sebagian asetnya.
Karena itu, RSKD Dadi menyiapkan fasilitas untuk caleg gagal jika depresi dan membutuhkan perawatan.
"Kami ada kamar VIP hingga VVIP untuk perawatan bagi mereka (caleg tidak terpilih), dengan catatan mereka punya BPJS Kesehatan," ujar Direktur RSKD Dadi, dr Arman Bausat di Makassar.
Menurutnya, potensi stress berat hingga ke fase depresi memungkinkan terjadi bagi siapa saja. Termasuk pada mereka yang telah melakukan kompetisi dengan modal besar, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai ekspektasi, seperti pada ajang pemilihan kepala daerah dan caleg.
Maka dari itu, hampir pada setiap setelah kontestasi politik, sejumlah caleg harus mendapat perawatan terkait mental mereka di RSKD Dadi.
Terkait data berapa banyak caleg yang dirawat karena gagal, dr Arman tidak bisa berikan. Tetapi ia memastikan bahwa selalu ada pasien caleg setelah pesta demokrasi serentak.
"Mereka sudah korban banyak pada pemilu tapi tidak terpilih, tentu dia akan depresi, tapi ini tergantung mentalnya. Setelah depresi, maka akan tertekan dan masuk pada fase halusinasi," jelasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Dua Perawat Ditetapkan Tersangka, Buntut Tewasnya Pasien ODGJ RSKD Dadi
-
Pasien ODGJ RSKD Dadi Meninggal Dunia Usai Terlibat Perkelahian, Dua Pegawai Diperiksa Polisi
-
298 Legislator Terpilih PKB di Sulawesi dan Papua Ikuti Sekolah Pemimpin
-
45 Caleg Terpilih DPRD Bone Resmi Dilantik
-
Konsolidasi Organisasi Pasca Pemilu 2024, Partai Gelora Gelar Workshop Kaderisasi