Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengucurkan US$186 juta atau setara Rp2,8 triliun (asumsi kurs Rp15.155 per dolar AS) untuk investasi produk tembakau bebas asap di Indonesia.
"Saya ucapkan selamat kepada seluruh manajemen dan karyawan Sampoerna atas peresmian fasilitas produksi dan pelepasan ekspor perdana produk tembakau inovatif bebas asap," ucap Airlangga dalam peresmian pabrik tersebut, Kamis (12/1), dikutip dari keterangan resmi Sampoerna.
"Investasi yang dilakukan Sampoerna ini diharapkan dapat memberi dampak positif dalam mendorong inovasi, serta penciptaan nilai ekonomi pada banyak sektor antara lain sektor UMKM, ritel tradisional, kemitraan dengan petani, dan pengembangan R&D," sambungnya.
Selain itu, Vassilis mengatakan Philip Morris International (PMI) selaku induk Sampoerna sudah berinvestasi lebih dari US$10,5 miliar sejak 2008 dalam pengembangan, penelitian, produksi, pemasaran, dan inovasi produk tembakau inovatif bebas asap.
Vassilis mengatakan proses pengembangan ini melibatkan lebih dari 980 ilmuwan, insinyur, teknisi, dan staf pendukung, termasuk dari Indonesia.
Vape Kian Diminati
Seiring perkembangan zaman dan industri, kini industri rokok elektrik semakin menjamur dan kian menjadi gaya hidup dan kian menjadi sektor bisnis yang menjanjikan.
Menurut data dari Statista, pendapatan global dari sektor rokok elektrik terus mencuat tinggi sejak 2012. Di tahun 2012 pendapatan global dari sektor rokok elektrik berada di angka 4517,6 juta euro, angka tersebut naik hingga tahun 2022 hingga mencapai angka 19 juta euro, dan diprediksikan akan terus naik di tahun-tahun berikutnya hingga tahun 2025.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33