Hukum Mengganti Puasa Jelang Bulan Ramadan
Ganti puasa Ramadhan atau puasa qadha ini diniatkan untuk membayar utang puasa Ramadhan tahun sebelumnya yang belum dilaksanakan karena berbagai macam kendala, seperti haid, hamil, menyusui, atau sakit.
Apakah Puasa Nisyfu Syaban Boleh Digabung dengan Puasa Qadha Ramadhan?

Ada dua pendapat berbeda terkait boleh tidaknya seorang Muslim menggabungkan puasa Syaban dengan puasa ganti Ramadhan.
Pandangan yang tidak memperbolehkan menyebutkan bahwa ibadah itu berdiri sendiri dan memiliki niat, syarat, rukun, dan pahalanya sendiri.
Maka, tidak bisa digabungkan antara ibadah yang satu dengan ibadah lainnya, seperti puasa Syaban dan puasa qadha Ramadhan.
Syekh Wahbab al-Zuhaili dalam Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan:
قال الشافعية: يحرم صوم النصف الأخير من شعبان الذي منه يوم الشك، إلا لورد بأن اعتاد صوم الدهر أو صوم يوم وفطر يوم أو صوم يوم معين كالا ثنينفصادف ما بعد النصف أو نذر مستقر في ذمته أو قضاء لنفل أو فرض، أو كفارة، أو وصل صوم ما بعد النصف بما قبله ولو بيوم النص. ودليلهم حديث: إذاانتصف شعبان فلا تصوموا، ولم يأخذبه الحنابلة وغيرهم لضعف الحديث في رأي أحمد
"Ulama mazhab Syafi'i mengatakan, puasa setelah nisfu Sya'ban diharamkan karena termasuk hari syak, kecuali ada sebab tertentu, seperti orang yang sudah terbiasa melakukan puasa dahar, puasa daud, puasa Senin-Kamis, puasa nazar, puasa qadha', baik wajib ataupun sunnah, puasa kafarah, dan melakukan puasa setelah Nisfu Syaban dengan syarat sudah puasa sebelumnya, meskipun satu hari Nisfu Syaban. Dalil mereka adalah hadis, 'Apabila telah melewati Nisfu Syaban janganlah kalian puasa'. Hadis ini tidak digunakan oleh ulama mazhab Hanbali dan selainnya karena menurut Imam Ahmad dhaif."
Sedangkan pendapat lain, khususnya selain mazhab Syafi'i mengatakan tidaklah dilarang untuk berpuasa setelah atau berbarengan dengan puasa Syaban.
Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam Fathul Bari mengatakan:
وقال جمهور العلماء يجوز الصوم تطوعا بعد النصف من شعبان وضعفوا الحديث الوارد فيه وقال أحمد وبن معين إنه منكر
"Mayoritas ulama membolehkan puasa sunnah setelah Nisfu Syaban dan mereka melemahkan hadis larangan puasa setelah Nisfu Syaban. Imam Ahmad dan Ibnu Ma'in mengatakan hadis tersebut munkar."
Nah, itu penjelasan soal puasa qadha atau puasa ganti Ramadhan. Semoga tulisan di atas bermanfaat.
