Redaksi
Redaksi

Minggu, 22 Januari 2023 21:58

Airlangga Hartanto Optimis Rebut Kembali Kemenangan di Pemilu 2024

Munas 2019 Partai Golkar sudah memutuskan untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden 2024.

Airlangga Hartanto Optimis Rebut Kembali Kemenangan di Pemilu 2024

Demi meraih kemenangan, Airlangga menyebut partainya sudah berkoalisi. Adapun saat ini Partai Golkar bermitra dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

BUKAMATA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan sejumlah pernyataan terkini jelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. Utamanya tentang keikutsertaan partainya dalam Pemilu 2024. Ini tiga hal yang disampaikan Airlangga Hartanto jelang pemilu 2024.

Optimisme Pemilu 2024

Partainya sudah mengumumkan nama calon presiden untuk Pemiu 2024 secara resmi. Bahkan, kata dia, pengumuman capres dari Golkar sudah diumumkan sejak pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) partai berlambang pohon beringin.

"(Soal nama capres) Kalau Golkar, waktu Munas juga sudah resmi," tutur Airlangga saat menghadiri Rakornas dan Bimtek Pemenangan Pemilu di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Sabtu 21 Januari 2023.

Diketahui, Munas 2019 Partai Golkar sudah memutuskan untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden 2024. Bahkan Keputusan munas ini diperkuat hasil keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) hingga rapat kerja nasional (Rakernas) yang digelar setelah Munas 2019.

Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, memberikan arahan kepada para kader Golkar saat hadir langsung pada Rapimda II DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung di Hotel Santika Medan, Jumat (23/12/2022)

Ketua Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menegaskan partainya mesti kembali merebut kemenangan dalam Pemilu 2024. Jika tidak, kata dia, 2029 bakal punya cerita yang berbeda.

Pernyataan ini dilontarkan Airlangga kala menyampaikan sambutan dalam acara Pelepasan Tahap Awal Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) Partai Golkar ke daerah pemilihan (dapil). Ia mendorong kader partainya untuk bekerja sama dan tidak baku hantam antar kader agar target merebut kursi 20 persen bisa terwujud.

“Ini kesempatan kita untuk merebut kembali. Kalau kita tidak rebut di 2024, maka 2029 ceritanya berbeda. Maka ini kenapa kita paling duluan dibanding yang lain, bahwa kita menunjukkan Partai Golkar adalah partai yang paling siap,” kata Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa, 22 November 2022.

Peluang Bonus Demografi

Demi meraih kemenangan, Airlangga menyebut partainya sudah berkoalisi. Adapun saat ini Partai Golkar bermitra dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Airlangga menyebut KIB sedang didorong untuk diperluas.

“Kemudian tentu Partai Golkar karena ingin menang dalam Pilpres Partai Golkar sudah membuat koalisi. Dan koalisi ini kita dorong untuk terus diperluas,” ujarnya. Siapkan program masa depan Airlangga menyebut koalisinya sudah membuat program agar Indonesia bisa keluar dari middle income trap. Ia berharap pendapatan per kapita Indonesia di tahun 2035 melesat drastis dari pendapatan per kapita saat ini.

“Artinya 2025 sampai 2035 adalah golden momen Indonesia. Kalau tahun 2025 ke 2035 tidak di tangan yang tepat, maka golden moment ini bisa sleep,” kata dia diiringi sorakan kader ‘Airlangga Presiden’. Airlangga turut menyebut 2025-2035 sebagai masa yang tepat untuk memanfaatkan bonus demografi. Menurut dia, negara maju yang lolos dari middle income trap bisa memanfaatkan denganbaik bonus demografi ini.

Penolakan Sistem Proporsional Tertutup

Airlangga mengaku, saat ini, Golkar tengah memerjuangkan sistem pemilu yang tetap memberikan kedaulatan kepada rakyat, melalui proporsional terbuka. Menurut Ketum Golkar, ada upaya dari sejumlah pihak untuk mengembalikan sistem pemilu dari tangan rakyat kepada pimpinan partai melalui sistem proporsional tertutup. Upaya ini dilakukan melalui gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Golkar sendiri telah menginisiasi pernyataan sikap penolakan sistem proporsional tertutup yang dilakukan delapan partai awal tahun ini. "Jangan lupa Golkar rajanya pilihan tertutup. Kita berpengalaman menangani berbagai pemilu dengan pemilihan tertutup di era Orde Baru bahkan di era reformasi di tahun 2004 Golkar juaranya. Tetapi Golkar ingin menjaga demokrasi," terang Airlangga.

 

#Airlangga Hartanto #Pemilu 2024 #Partai Golkar

Berita Populer