BUKAMATA - Pemilihan Umum (Pemilu) dan prosesinya yang panjang biasanya berdampak positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejumlah harga saham bisa terangkat naik karena Pemilu.
Hal ini dipicu oleh besarnya anggaran yang digelontorkan untuk pelaksanaan pemilu. bahkan, pada tahun 2023 ini, pemerintah sudah mulai menyediakan anggaran untuk persiapan Pemilu 2024.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan anggaran sebesar Rp 21,86 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 untuk persiapan Pemilu 2024.
"Untuk 2023 kita tetap membelanjakan pertahapan pemilu Rp 21,86 triliun," ujar Sri Mulyani dalam Keterangan Pers Menteri terkait Sidang Kabinet Paripurna, Senin (16/1/2023).
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, IHSG tahun 2023 ini masih dibayangi kebijakan moneter ketat, perlambatan ekonomi secara global, dan ketidakpastian krisis geopolitik antara Ukraina dan Rusia. Karenanya, potensi pertumbuhan IHSG di 2023 diperkirakan berada di kisaran 5%-8% dengan target moderat IHSG di level 7.400.
"Sentimen efek pelaksanaan Pemilu di awal tahun 2024 diperkirakan sudah direspons pasar sejak memasuki semester kedua 2023," kata Praska dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (18/1/2023).
Baru kemudian memasuki tahun Pemilu di 2024, IHSG diperkirakan kembali melanjutkan penguatan dengan potensi kinerja lebih optimistis di kisaran 10%-15%. Penurunan laju inflasi tahunan sebagai efek dari kebijakan moneter yang ketat di tahun 2023 diperkirakan membuat kebijakan suku bunga acuan yang lebih longgar di tahun 2024.
"Sehingga menjadi katalis positif bagi pasar modal, selain terdapat sentimen positif dari Pemilu yang rencananya dilaksanakan di kuartal I 2024.
Lalu, apa saja saham-saham yang berpotensi cuan menjelang Pemilu 2024?
Dikutip dari Kontan.co.id Praska menyebut beberapa sektor yang dapat diperhatikan adalah batubara, logam, utilitas, bank, media, dan barang konsumsi. Untuk batubara, Praska merekomendasikan saham ADRO, HRUM, PTBA, dan ITMG, lalu sektor logam ada ANTM, INCO, serta MDKA.
"Komoditas memanfaatkan momentum permintaan di pasar global terhadap komoditas itu sendiri, sehingga menjadi katalis positif bagi sektor tersebut meskipun tidak terkait langsung dengan kegiatan Pemilu," katanya.
Lalu untuk utilitas, dia rekomendasi saham TLKM dan PGAS. Di sektor perbankan, rekomendasi saham untuk BBRI, BBCA, BNGA, BJBR, dan BBTN.
Di sektor media, analis rekomendasi saham MNCN dan SMCA. Sedangkan sektor barang konsumsi, analis rekomendasi saham MPMX, INDF, dan UNVR.
BERITA TERKAIT
-
Proyeksi IHSG Hari Ini: Potensi Rebound Teknis dengan Resistance 8.100
-
Perdagangan 25 September: IHSG Berpotensi Naik, Rekomendasi Saham MDKA–MINA
-
Gejolak Pasar Modal Indonesia: IHSG Anjlok, Investor Asing Tarik Dana !
-
IHSG Ambruk, Prabowo Panggil Airlangga ke Istana
-
298 Legislator Terpilih PKB di Sulawesi dan Papua Ikuti Sekolah Pemimpin