Kisah Generasi Muda dari Timur yang Sukses Harumkan Nama Bangsa di Kancah Internasional
Fadhil dan 5 orang timnya berhasil membawa pulang medali emas Gold Prize dari ajang bergengsi tersebut setelah inovasi nya yang bernama We-Collabs berhasil memukau dewan juri dan tim penilai dari berbagai negara.
MAKASSAR, BUKAMATA -Pada hari ulang tahun media siber Bukanatanews pekan lalu, redaksi kedatangan tamu istimewa. Penampilan mereka biasa saja, khas anak muda dengan setelan kaos hitam dan jeans yang dipadu dengan sepatu kets. Tapi dibalik penampilannya yang biasa saja mereka menenteng sebuah kotak biru beludru berisi kepingan medali emas. Mereka adalah Fadhil Adam Dzaki dan Muhammad Jibran.
Fadhil dan Gibran adalah dua anak muda Makassar yang berhasil membuktikan bahwa pemuda-pemuda dari timur Indonesia pantas diperhitungkan.
Fadhil merupakan salah satu dari tim riset anak muda yang berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi dari sebuah ajang pameran inovasi terbesar di dunia, Seoul International Inventions Fair 2022 (SIIF) yang digelar November lalu.
Fadhil dan 5 orang timnya berhasil membawa pulang medali emas Gold Prize dari ajang bergengsi tersebut setelah inovasi nya yang bernama We-Collabs berhasil memukau dewan juri dan tim penilai dari berbagai negara.
Bukan hanya 1 penghargaan aplikasi We-Collabs yang diciptakan Fadhil dan timnya berhasil merebut hati pemerintah Iran sehingga mereka juga membawa pulang piagam Standing Appreciations sebagai The Best Invention by The First Institute of Researchers and Inventors of Iran (FIRI) Award.
"Kami ingin melalu aplikasi ini, kami bisa menyatukan ide-ide anak muda di Indonesia dan di seluruh dunia agar dapat diimplementasikan kedalam kehidupan bermasyarakat, " katanya saat menjadi narasumber dalam podcast Kopi Tumpah Bukamatanews.id
Bersama Fadhil , hadir pula Jibran, mahasiswa Universitas Hasanuddin ini hadir dengan inovasi yang terbilang unik dan akan sangat berguna di masyarakat luas. Melalui kemampuan timnya untuk menciptakan karakter virtual reality, Gibran menciptakan sebuah aplikasi yang akan membuat pengalaman membaca anda lebih berkesan.
Project pertama mereka yang berhasil adalah memodernisasi sensasi membaca naskah kuno Lagaligo dengan bantuan virtual reality, sehingga hal tersebut diyakini Jibran mampu meningkatkan tingkat literasi generasi sekarang untuk mengenal sejarah dan budaya.
"Semoga project ini dapat berlanjut sehingga kedepan bukan hanya naskah Lagaligo yang dapat kami hadirkan dengan dukungan virtual reality tapi naskah-naskah dan cerita -cerita sejarah lainnya, " katanya.
Dalam waktu dekat aplikasi ciptaan Jibran dan tim tersebut juga akan unjuk kebolehan di kancah internasional menyusul kesuksesan yang diraih We-Collabs.
"Kami banyak berdiskusi dengan kak Fadhil untuk menemukan jalan menuju dunia yang lebih luas. Setelah memenangkan lomba ditingkat nasional kami juga berharap dapat melaju ke dunia internasional, " katanya.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
