Catatan Redaksi Bukamatanews.id , Korban Pelecehan Seksual Viral di UNM Butuh Pendampingan Ahli
Bukamatanews sudah menghimpun sejumlah informasi dari orang yang mengaku Admin akun anonim tersebut namun diakhir percakapan pihaknya menarik seluruh informasi.
MAKASSAR, BUKAMATA - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang wanita berstatus mahasiswi di Universitas Negeri Makassar tengah viral di jagad media sosial.
Isu tersebut pertama kali berhembus dari sebuah akun anomim @mekdiu** lalu menyebar dan direpost oleh sejumlah akun informasi berbasis sosial media.
Sebuah postingan pada Minggu (4/12/3/2022) menampilkan kronologi dugaan pelecehan yang dialami XYA (inisial korban yang dilabelkan oleh akun anonim tersebut) disertai tagar #saveXYA.
Dari penelusuran yang dilakukan bukamatanews.id, kejadian tersebut terjadi pada Kamis (17/11/2022).
Dikutip dari Herald Sulsel, Tari (bukan nama sebenarnya), sahabat sekaligus teman sekamar korban, bercerita, kejadian itu bermula saat pelaku mengajak korban untuk pergi bersama.
Korban menerima ajakan terduga pelaku karena berfikir ajakan keluar tersebut dengan tujuan makan bersama atau sekadar menongkrong di tempat terbuka. Tak disangka menurut korban, pelaku mengajaknya kesebuah ruko di dekat sebuah pusat perbelanjaan. Pelaku mengajak korban ke ruangan kosong yang hanya ada mereka berdua di lantai dua. Dilokasi ini lah dugaan pelecahan seksual terjadi.
Bukamatanews sebagai portal media resmi yang mengedepankan keakuratan informasi berusaha menghubungi korban untuk mengetahui lebih lanjut prosedur hukum dan penanganan trauma yang ditempuh korban.
Korban Menutup Diri
Pasca berusaha menghubungi korban via aplikasi perpesanan whatsapp , Redaksi bukamatanews tidak mendapat tanggapan dari korban. Beberapa saat kemudian bukamatanews menerima pesan dari sebuah nomer asing dan mengatasnamakan akun @mekdiu** dan mengaku sebagai salah satu admin akun tersebut.
"Saya Xiong, selaku adminmek, " tulisnya kepada Redaksi bukamatanews.id
Xiong kemudian meminta informasi kepada bukamatanews mengenai sumber yang memberikan kontak person terduga korban pelecehan seksual XYA dan meminta Redaksi untuk tidak menyebarkan kontak person korban.
"Bisa berita tahun teman-teman wartawan agar tidak sebar nomer?, " katanya.
Bukamatanews sudah menghimpun sejumlah informasi dari orang yang mengaku Admin akun anonim tersebut namun diakhir percakapan pihaknya menarik seluruh informasi.
"Semua chat diatas belum bersedia kami tampilkan di keredaksi teman-teman, "katanya.
Ketika dikonfirmasi ulang mengenai status psikolog yang yang mendampingi korban, orang tersebut hanya mengirim 4 buah stiker pesan bertulis " Kamu Nanye," Kepada Redaksi.
Belum Ada Langkah Hukum dan Pendampingan Ahli
Berdasarkan informasi yang dihimpun bukamatanews id, hingga saat ini korban belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Bahkan setelah 20 hari pasca kejadian korban belum menemui psikolog yang berkompeten di bidangnya. Padahal korban saat ini berada dalam kondisi psokologis yang rapuh.
"Kemarin dikunjungi, asal ada benda bergerak sedikit kagetki kak. Apalagi kalau ada nomer tidak tidak dikenal yang hubungi, " kata sumber anonim.
Dewan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia telah menawarkan kepada korban untuk menemui psikolog pasca mengetahui kasus tersebut namun berdasarkan informasi pihak himpunan, korban belum bersedia.
Padahal menurut dr Rizal Fadli, Efek traumatis dari kontak seksual yang tidak diinginkan memiliki efek jangka panjang bagi korbannya. Terdapat berbagai macam reaksi yang dapat memengaruhi korban. Akibat dari kekerasan seksual termasuk pemerkosaan dapat mencakup banyak hal seperti trauma fisik, emosional, dan psikologis.
"Trauma kekerasan seksual dapat berdampak buruk bagi korbannya, hal ini dapat segera ditangani dengan melakukan terapi dengan profesional dan mulai mencintai diri sendiri, " katanya dikutip dari Halodoc.
Langkah pertama yang harus dilakukan korban pelecehan pasca mengakui telah menerima pelecehan adalah melakukan terapi dengan profesional kesehatan mental.
Ketertutupan Informasi
Bukamatanews sebenarnya telah mendapat banyak informasi dari berbagai pihak namun pada akhirnya peryataaan tersebut ditarik dengan alasan belum siap berbagi informasi dengan redaksi.
Korban saat ini berada dalam perlindungan perhimpunan kolektif yang melibatkan sejumlah pihak termasuk Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan akun anonim yang pertama membahas kasus tersebut.
Hingga kini identitas korban masih dirahasiakan dengan alasan keamanan dan pertimbangan psikologis korban. Bahkan hingga kini sebagain besar pengurus lembaga kemahasiswaan di tingkat Jurusan dan Fakultas di UNM belum mendapatkan informasi mengenai kondisi korban.
Opini Redaksi
XYA selalu korban pelecehan seksual yang kasusnya sudah kadung viral membutuhkan pendampingan segera dari ahli . Baik itu perlindungan secara hukum jika hendak melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Selain itu dibutuhkan dengan sangat segera pendampingan dari psikolog atau pun psikiater yang telah mengantongi sertifikat profesi di bidang mental health korban pelecehan.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
