Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
"Konten ini tidak maksud disebar. Tapi dia menyampaikan ke teman," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana Sabtu (3/12/2022)
MAKASSAR,BUKAMATA - Profesi dan Pengamanan Kepolisian Republik Indonesia (Propam Polri) tengah memburu penyebar video yang memperlihatkan anggota Bhabinkamtibmas Polres Tana Toraja, Aipda Aksan menyebut ada dugaan korupsi dan mafia di Polres Palopo.
Aipda Aksan mengungkap dugaan itu dan mengabadikannya ke dalam sebuah video berdurasi dua menit 39 detik.
Video tersebut kemudian dikirim keseorang temannya dan hingga kini beredar luas di jagad media sosial. Teman Aipda Aksan itu kini diburu Propam.
"Konten ini tidak maksud disebar. Tapi dia menyampaikan ke teman," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana Sabtu (3/12/2022)
"Masih diselidiki. Siapa yang sebar konten ini," sambung Komang.
Sekadar diketahui, Aipda Aksan membongkar kasus dugaan korupsi di tempat dinasnya dulu, Polres Palopo hingga membuatnya dimutasi ke Polres Tana Toraja.
"Yang terhormat Bapak Kapolri seperti yang saya alami, saya dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tana Toraja karena saya membongkar perbuatan Kapolres Palopo saat itu, AKBP Alfian Nurnas yaitu korupsi kendaraan dinas Polres Palopo, BBM dan lain sebagainya," kata Aksan dalam videonya.
Tidak hanya dugaan korupsi, Aksan juga mengungkap adanya mafia di tubuh Polri saat melakukan perekrutan polisi.
"Izin Jendral, saya Aksan, anggota Satbinmas Polres Tana Toraja. Menyampaikan kepada bapak, bahwa tolong institusi Polri dibersihkan dari mafia-mafia yang masih bersarang di tubuh Polri. Polri semakin tidak karuan karena dari awal memang rekrutmennya tidak bagus," ungkapnya.
"Pertama, masuk polisi harus bayar, kedua, mau pindah harus bayar, yang ke tiga mau jadi perwira juga harus bayar. Jadi bagaimana ke depannya Polri kalau harus bayar. Kemudian, rata-rata pimpinan yang ada di bawah bukan mengajari kami ke jalan yang bagus malah mengajarkan kami ke jalan yang tidak benar. Contohnya, mereka memangkas DIPA dan uang BBM, uang makan dan lain sebagainya," pungkasnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33