Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Untuk mengejar target 14 persen di tahun 2024, perlu dilakukan penguatan strategi dan kolaborasi bersama dalam penanganan stunting.
SURABAYA, BUKAMATA — Perwakilan BKKBN Sulsel melakukan Studi Banding ke BKKBN Jawa Timur terkait pelaksanaan Program Pembagunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta upaya Percepatan Penurunan Stunting (PPS), Kamis, 1 Desember 2022. Bertempat di Ruang Vicon Kantor BKKBN Jatim, rombongan ini diterima langsung Kepala BKKBN Jatim, Maria Ernawati.
Hadir dalam rombongan Kepala BKKBN Sulsel Andi Ritamariani, Sekretaris dan Koordinator Bidang serta Tim Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas PPS) Sulsel.
Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita, mengatakan, pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi kunjungan sebab Jatim merupakan salah satu provinsi besar di Indonesia. Selain itu, banyak prestasi dan inovasi yang diraih dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Penanganan Stunting.
"Kami memilih Jatim sebagai lokasi studi banding, karena kami melihat BKKBN Jatim punya banyak inovasi dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, terlihat dari banyaknya prestasi yang diraih dan kesuksesan meraih predikat ZI-WBK WBBM," ujar Andi Rita.
Andi Rita berharap, lewat kunjungan ini lahir terobosan dan inovasi bersama dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di masing-masing wilayah.
"Kami berharap ada inovasi yang dapat kami implementasikan di Sulsel lewat sharing pengalaman BKKBN Jatim khususnya dalam penanganan stunting," harap Andi Rita.
Ia menjelaskan, angka stunting di Sulsel terbilang cukup tinggi yaitu 27,4 persen diatas nasional yaitu 24,4 persen.
"Untuk mengejar target 14 persen di tahun 2024, perlu dilakukan penguatan strategi dan kolaborasi bersama dalam penanganan stunting," ujar Andi Rita.
Sementara, Kepala BKKBN Jatim, Maria Ernawati, mengatakann sebuah kehormatan mendapat kunjungan dari BKKBN Sulsel.
"Kami berharap juga dapat memperoleh informasi bagaimana pelaksanaan program di Sulawesi Selatan, yang nantinya dapat dipadukan dalam mendukung pencapaian pelaksanaan program Bangga Kencana di Jatim," ujar Ernawati.
Ia menyebutkan, untuk pelaksanaan program Bangga Kencana dan PPS, BKKBN Jatim memanfaatkan teknologi informasi dengan mengembangkan beberapa aplikasi berbasis web dan android untuk memudahkan dalam monitoring dan pelaksaan program.
"Karena kondisi mendorong kita harus berinovasi dalam bekerja, kita harus bekerja tidak seperti biasanya, dimana Jatim merupakan provinsi besar dengan jumlah penyuluh dan kader yang ribuan perlu dikembangkan inovasi agar bisa melaksanakan monitoring secara efektif," tambah Ernawati. (*)
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50