Makassar Resmi Sandang Predikat Kota Toleransi 2025, Raih Harmony Award dari Kemenag RI
29 November 2025 17:11
Dengan uang Rp. 20.000,- kalian membeli dua porsi minuman dengan harga Rp5000,. Dan sisanya Rp10 ribu untuk membeli cemilan.
MAKASSAR, BUKAMATA - Menikmati malam di kota Makassar tidak mesti mahal. Lupakan deretan cafe dan tempat hiburan malam yang gemerlap, malam ini bukamatanews.id bakal membawa pembaca menyusuri malam di Makassar dengan modal Rp20 ribu saja.

Bukamatanews.id Punya rute dan tempat recomended di Makassar untuk pembaca yang ingin healing sendiri atau pun mengajak pasangan.
Rute dan tempat rekomendasi bukamatanews.id kali ini dapat menjadi alternatif untuk menghabiskan beberapa jam di malam hari.
Bagi pembaca yang tidak senang dengan keramaian malam hari seperti Pantai Losari atau Center Point of Indonesia. Rute dan tempat berikut barangkali bisa menjadi pilihan.
Pembaca bisa memulai rute dengan berangkat dari Jalan Pettarani melewati gedung Pinisi Universitas Negeri Makassar menuju simpang empat Flyover.
Menyusuri jalan A.P Pettarani di malam hari bisa menjadi hiburan pelepas penat setelah bekerja seharian. Apalagi jika pembacs berkendara di bawah jalan layang dengan kendaraan roda dua, tentu akan memberi sensasi tersendiri.
Erangan bunyi knalpot dan deru mesin yang memantul di bawah jalan layang akan menemani pembaca menyusuri jalan A. P. Pettarani menuju simpang empat Flyover. Pun beruntung, pembaca akan disajikan pemandangan komunitas-komunitas motor yang sering nongkrong di sepanjang jalan ini.
Di persimpangan ujung jalan Pettarani, pembaca berbelok ke kiri menuju Jalan Veteran. Setelah berbelok ke kiri, di seberang jalan, terdapat gedung DPRD Provinsi yang menjadi tempat nasib rakyat sering diperbincangkan.
Setelah tiba di simpang empat jalan Veteran, pembaca belok ke kanan menuju jalan Bandang. Di ujung jalan Bandang, pembaca belok ke kiri menuju jalan Ujung. Tempat pertama yang menjadi rekomendasi ialah Pasar Cidu di malam hari. Pasar ini selalu ramai di malam hari. Berbagai kuliner dijual di pasar ini, mulai dari kuliner domestik hingga kuliner khas negara luar seperti Korea, Jepang dan lain-lain.
Untuk menghindari pembayaran parkir, pembaca bisa memarkir motor di dalam pasar. Setelah melewati SPBU, pembaca belok kiri ke dalam lorong, di ujung lorong tersebut belok ke kanan kemudian belok ke kanan lagi. Pembaca bisa memarkir motor tanpa satupun tukang parkir yang mengintai.
Setelah memarkir motor, pembaca berjalan menyusuri kios-kios yang menyajikan bermacam-macam kuliner. Malam hari Pasar Cidu atau pasar kuliner ini ramai dikunjungi oleh warga kota Makassar yang senang jajanan-jajanan. Dengan uang Rp. 20.000,- kalian membeli dua minuman dengan harga Rp5000,-/minuman. Dan membeli makanan dengan harga Rp5000,-/makanan.
Setelah membeli minuman dan makanan, bukamatanews.id akan mengajak pembaca menyusuri rute selanjutnya menuju tempat persinggahan kedua.
Rute selanjutnya ialah jalan Tinumbu. Menjauh dari pusat kuliner pasar Cidu, pembaca berbelok ke jalan Cikalang. Di ujung jalan Cikalang terdapat simpang empat lampu lalu lintas, pembaca berbelok kiri di jalan Yus Sudarso menuju jalan Tentara Pelajar. Di ujung jalan Yus Sudarso terdapat simpang empat yang memiliki lampu lalu lintas.
Kalian belok kanan ke jalan tentara pelajar. Di ujung jalan tentara pelajar adalah jalan Nusantara, sedangkan terdapat jalan Sulawesi di pembelokan kiri sebelum jalan Nusantara. Kami belok kiri ke jalan Sulawesi, menyusuri banyak gedung-gedung tinggi.
Di ujung jalan Sulawesi adalah jalan Riburane. Pembaca berbelok kiri untuk mencari kapsulan. Sebelum Balai kota Makassar terdapat kapsulan pembaca memutar di kapsulan tersebut melewati gedung RRI. Di simpang tiga Tugu Selamat Datang belok kiri.
Melewati beberapa PK5 yang menjajakan es kelapa dan es teler di bagian kiri trotoar jalan tibalah pembaca di tempat selanjutnya yakni Benteng Fort Rotterdam. Tempat ini adalah tempat kedua setelah sebelumnya Pasar Cidu.
Benteng Fort Rotterdom adalah gedung peninggalan kerajaan Ggowa-Tallo. Gedung ini dijadikan museum, bahkan sering jadikan tempat wisata untuk belajar oleh sekolah-sekolah.
Benteng ini memiliki pekarangan yang luas. Sedangkan di trotoar jalan depan benteng terdapat kursi santai yang terbuat dari kayu. Kursi ini memiliki sandaran. Sepanjang trotoar jalan tersebut terdapat empat kursi santai. Dua kursi sebelum gerbang, dan dua kursi setelah gerbang.
Di kursi tersebut, pembaca dapat meminum dan memakan jajanan yang telah dibeli di Pasar Cidu. Namun, pembaca jangan sampai menghabiskan makanan dan minuman di tempat ini, sisakan untuk tempat selanjutnya.
Karena kerap dikunjungi oleh orang-orang. Halaman Benteng kadang ramai. Tempat ini memang sering ditempati oleh orang-orang yang senang akan kedamaian atau ketenangan. Di tempat ini, pembaca disuguhkan suasana damai dan tenang, merasa sedang berada di tengah-tengah kota yang sepi. Ramai namun tenang.
Selanjutnya ke tempat rekomendasi terakhir. Letaknya tidak jauh dari Benteng Fort Rotterdam. Dari arah Benteng Rotterdam ke arah Selatan, menyusuri jalan Ujung Pandang, belok kiri ke jalan Pattimura. Tidak jauh setelah belok kiri, terdapat pembelokan ke kanan masuk ke Jalan Somba Opu. Disinilah tempat rekomendasi yang terakhir.
Dikenal sebagai jalan Emas, sebab di sepanjang jalan ini, banyak toko-toko penjual emas. Halaman toko yang bersih dan rapi, gedung-gedung tinggi, menjadi tempat rekomendasi menghabiskan makanan setelah di tempat sebelumnya.
Rute dan ketiga tempat ini bisa menjadi alternatif lain menghabiskan malam baik sendirian maupun bersama pasangan.
29 November 2025 17:11
29 November 2025 16:23
29 November 2025 14:43
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 12:27
29 November 2025 16:15
29 November 2025 13:56