APCAT Summit, Hasanuddin CONTACT Dorong Program Pengendalian Tembakau di Kota Makassar
31 Januari 2026 15:51
Pria yang akrab disapa Arif Petualang ini menilai tantangan Wali Kota sebagai peluang besar untuk membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara terbuka menantang RT dan RW di Kota Makassar untuk menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Tantangan tersebut disampaikan dalam kegiatan Daur Bumi, di mana pemerintah kota menyiapkan *insentif hingga Rp100 juta per tahun* bagi RT/RW terbaik dalam pengelolaan sampah.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan target besar Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar Zero Waste 2029, sebuah kampanye masif dan terstruktur untuk menuntaskan persoalan sampah dari hulu hingga hilir.
Menjawab tantangan tersebut, Arif, Ketua RT 08 RW 014 Kelurahan Kassi-Kassi yang baru terpilih, dengan tegas menyatakan kesiapan dan komitmennya. Pria yang akrab disapa Arif Petualang ini menilai tantangan Wali Kota sebagai peluang besar untuk membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
“Betul, insya Allah satu tahun pertama saya sudah menyiapkan roadmap pengelolaan sampah RT 08 RW 014. Target kami jelas, menjadikan RT 08 sebagai salah satu RT terbaik pengelola sampah di Kota Makassar,” ujar Arif.
Sebagai langkah awal, Arif mengungkapkan rencana pembentukan Badan Usaha Milik RT 08 (BUMRT 08) yang secara khusus akan menangani pengelolaan sampah. Melalui BUMRT ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sumber nilai ekonomi bagi warga.
“Sampah organik maupun anorganik akan kita kelola secara profesional. Hasilnya akan menjadi kas RT 08, yang kembali dimanfaatkan untuk kepentingan warga,” jelasnya.
Arif menekankan bahwa kunci keberhasilan terletak pada pemilahan sampah di hulu, yaitu di tingkat rumah tangga. Edukasi warga akan diperkuat agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Jika pemilahan tuntas di rumah tangga, lanjut Arif, maka pengelolaan di hilir akan berjalan optimal. Berbagai program telah disiapkan, antara lain pengolahan kompos, pupuk cair, budidaya maggot, pengelolaan botol plastik, hingga pengumpulan minyak jelantah.
Dengan langkah terencana dan berbasis partisipasi warga, RT 08 RW 014 Kelurahan Kassi-Kassi optimistis dapat menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berbasis komunitas, sekaligus menjawab tantangan besar menuju Makassar Zero Waste 2029.
31 Januari 2026 15:51
31 Januari 2026 14:30
31 Januari 2026 14:21
31 Januari 2026 14:13
31 Januari 2026 08:38
31 Januari 2026 08:47
31 Januari 2026 11:46
31 Januari 2026 12:32
31 Januari 2026 14:13