Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Jumat, 25 November 2022 17:03

Mentan SYL seusai senam pagi dalam rangka memperingati HUT Korpri yang ke 51 di Halaman Kantor Pusat Kementan, Jumat, 25 November 2022.
Mentan SYL seusai senam pagi dalam rangka memperingati HUT Korpri yang ke 51 di Halaman Kantor Pusat Kementan, Jumat, 25 November 2022.

Lebih Efisien dan Meningkatkan Nilai Tambah, Mentan SYL Dorong Smart Farming Terus Dikembangkan

Kemajuan pertanian harus didukung petani milenial karena milenial memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

JAKARTA, BUKAMATA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong penerapan program smart farming di Indonesia terus dilakukan. Menurutnya, smart farming adalah solusi pasti bagi peningkatan nilai tambah produk pertanian, sekaligus meningkatkan efisiensi sehingga perbaikan ekonomi dan peningkatan produksi bisa diwujudkan.

"Hari Jumat yang akan datang tolong pertemukan semua staf andalan kita untuk mencoba mencari pada sektor masing-masing yang mana akan diaplikasikan program smart farming," ujar Mentan SYL seusai senam pagi dalam rangka memperingati HUT Korpri yang ke 51 di Halaman Kantor Pusat Kementan, Jumat, 25 November 2022.

Menurut SYL, percepatan menuju pertanian modern dapat diwujudkan secara cepat apabila program tersebut dapat dikembangkan secara baik. Yang pasti, kata dia, efisiensi tenaga, waktu dan biaya produksi harus bisa diturunkan hingga 30 persen.

"Dengan efisiensi, marginnya bisa kita naikkan. Saya kira semua bisa kita wujudkan dengan kebersamaan. Dan ingat pertanian itu memberi keuntungan dan memberi kebaikan," katanya.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggaungkan pentingnya penerapan smart farming untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sektor pertanian dalam menghadapi tantangan masa depan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkapkan, saat ini adalah eranya generasi milenial dalam mengambil peran dan kesempatan.

Menurutnya, kemajuan pertanian harus didukung petani milenial karena milenial memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

"Di era 4.0 ini ada lima hal yang harus dipegang oleh petani milenial yaitu rencana, antusias, ilmu, pengetahuan, keterampilan dan aksi nyata. Jika itu semua ada di genggaman kalian, impianmu pasti akan terwujud. Sudahlah, hilangkan paradigma kalau petani itu miskin. Mulai untuk mengelola dengan serius dari budidaya, hilirisasi produk, hingga pengembangan pasarnya, pasti akan lebih mengembangkan ekonomi, jangan hanya budidayanya saja," jelasnya. (*)

#Mentan SYL #Smart farming