MAKASSAR,BUKAMATA - Ramalam Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang cuaca buruk yang akan menerjang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pekan ini terbukti. Kabar terjadinya banjir dan tanah longsor terus terdengar dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan sejak ,Rabu (16/11/2022) hingga hari ini, Jumat (18/11/2022).
Berdasarkan informasi yang dirangkum tim bukamatanews.id, sejumlah wilayah di Sulsel dan sulbar kini tengah diterjang banjir.
Makassar
Dari dalam kota Makassar, sejumlah titik mulai dilaporkan mengalami banjir. Bumi Permata Sudiang di kecamatan Biringkanaya dan Perumnas Antang di Kecamatan Manggala misalnya, masyarakat dari dua lokasi langganan banjur tersebut sudah mulai mengungsi.
Kepala Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, pihaknya telah menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan evakuasi. Adapun warga yang meminta evakuasi berada di Blok D/F1 Nomor 4 Bumi Permata Sudiang.
Hendra mengaku belum bisa memastikan bagaimana kondisi banjir di wilayah tersebut. Dia menyebut saat ini petugas BPBD sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi untuk mengecek kondisinya.
"Informasi baru masuk ke kita, anggota sedang turun. Begitu laporan masuk tim sedang bergerak menuju ke titik lokasi berdasarkan laporan," imbuhnya.
Sementara itu di Perumnas Antang Sejumlah titik dilaporkan terendam banjir. Hingga kini 18 kepala keluarga (KK) terdiri dari 66 jiwa mulai mengungsi.
Camat Manggala Andi Fadly mengatakan ketinggian air di wilayah tersebut saat ini sudah sulit dilewati kendaraan. Ada titik banjir yang ketinggian airnya sudah mencapai 50 centimeter.
"Antara Blok 8 sampai Blok 10 itu sudah mulai tidak bisa dilewati. Agak kesulitanmi mobil. Hanya mobil yang bodinya tinggi yang bisa lewat. Mungkin kisarannya sekitar setengah meter," tuturnya.
Barru-parepare
Wilayah lain yang mengalami banjir adalah kabupaten Barru yang berbatasan dengan Kota Parepare. Banjir merendam jalan raya di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Banjir di Parepare tersebut menyebabkan sejumlah pengendara terjebak.
Dalam video beredar, banjir merendam kawasan gerbang Kota Parepare. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat berpegangan pada pembatas jalan.Ketinggian air di lokasi terlihat cukup tinggi. Pengendara di lokasi tak bisa melintas.
Tidak hanya merendam jalan raya, banjir juga merendam sejumlah pemukiman warga, salah satu titik banjir di Perumahan Citra Buana Mas, Kelurahan Lapadde, Kota Parepare, Jumat (18/11/2022), ketinggian airnya telah mencapai leher orang dewasa. Para warga di lokasi ramai-ramai mengungsi.
Masih dari Parepare, sebanyak 95 murid SD di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) terjebak banjir saat sedang berkemah di lokasi wisata Ladoma. Sejumlah petugas pun turun tangan mengevakuasi para korban.
"Sudah aman. Sudah dievakuasi mereka," ujar Danpos Basarnas Parepare Dadang Tarkas dikutip dari detiksulsel.
Dadang Tarkas mengatakan korban yang terjebak banjir tersebut merupakan anak-anak dari SD Bina Insan Kota Parepare. Mereka sedang melakukan kemah di objek wisata Ladoma, Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.
Mamuju
banjir juga merendam sebagian permukiman di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Warga setempat kini ramai-ramai mengungsi akibat banjir Mamuju tersebut.
"Meluap Kali Mamuju. Rumah terdampak sekitar ratusan di dalam itu, mereka mengungsi di jalur dua (Jalan Mamuju) dan rumah keluarga," kata Kabid Damkar Mamuju Randy dikutip dari detikcom, Jumat (18/11/2022).
banjir tepatnya terjadi di wilayah Jalan Trans, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju. Randy mengatakan banjir mulai merendam rumah warga hingga merembes ke ruas jalan sekitar pukul 11.00 Wita setelah hujan mengguyur sejak pukul 05.00 Wita pagi tadi.
"Sekitar jam 11 tadi air naik ke rumah warga karena hujannya pagi subuh tadi itu mulai jam 5," bebernya.
Banjir dengan ketinggian 1 meter lebih membuat warga memilih mengungsi. Personel dari TNI-Polri, BPBD hingga Damkar saat ini turut membantu warga di lokasi.
"Ketinggian 1 meter lebih. Di lokasi sudah banyak turun yang membantu," jelasnya.
Dalam video beredar, tampak warga memilih mengungsi akibat banjir luapan Sungai Mamuju yang merendam rumah mereka.
Warga bahkan mendorong kendaraan sepeda motor mereka karena ketinggian banjir yang mencapai pinggang orang dewasa
Majene
Banjir yang disebabkan air bendungan yang meluap juga terjadi di Majene, SulawesiBarat. Air di bendungan Malunda, meluap hingga menutup Jalan Trans Sulawesi Mamuju-Majene. Luapan air tersebut diakibatkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur sejak pagi tadi.
"Iya, laporan lurah di sana banjir akibat curah hujan tinggi," kata Kepala BPBD Majene Ilhamsyah Jumat (18/11/2022).
Ilhamsyah menyebut pihaknya masih sebatas menerima informasi awal soal bendungan Malunda yang meluap. Dia mengaku pihaknya sedang menindaklanjuti dan memastikan dampak dari banjir dari luapan tersebut.
Dalam video beredar, tampak luapan air bendungan Malunda menutupi akses jalan. Beberapa batang pohon juga ikut terseret arus.
Luapan air juga tampak merendam beberapa rumah warga yang berada di sisi jalan. Sejumlah warga juga terlihat berlarian di jalan karena menghindari luapan air bendungan.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Relawan Salurkan Bantuan Mendesak untuk 430 Jiwa Terdampak Pascabencana di Aceh Timur
-
Update Bencana Sumatera, 1.135 Meninggal Dunia, 173 Orang Masih Dinyatakan Hilang
-
Hamka B Kady Pastikan Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Jadi Prioritas Nasional
-
Rob Terjang Kepulauan Seribu, Empat RT Terdampak
-
Termasuk Sulsel, Curah Hujan Sangat Tinggi Berpotensi di Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diminta Siaga