Hikmah
Hikmah

Kamis, 13 Oktober 2022 11:06

Suasana saat terjadi tragedi kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022)
Suasana saat terjadi tragedi kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022)

Polisi Klaim Temukan 48 Botol Miras Oplosan Di Stadion Kanjuruhan, Dispora Malang : Itu Eko Ensim, Obat PMK

“Kalau botol dalam kardus di ruang resepsionis, saya pastikan itu bukan miras. Itu obat hewan ternak,” kata Nazar di Malang.

BUKAMATA- Masih ingat pernyataan pihak kepolisian yang menyebutkan bahwa ditemukan 48 botol miras oplosan bersebgel di sekitar stadion? Isi dalam botol-botol tersebut ternyata bukanlah miras. Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang. 

Dispora Malang menegaskan, puluhan botol berisi cairan warna pekat di ruang terima tamu Stadion Kanjuruhan bukan minuman keras. Melainkan eco enzim, obat hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dispora Kabupaten Malang Nazarudin Hasan Selian, mengatakan sudah melihat foto – foto botol miras yang disebut temuan kepolisian di sekitaran Stadion Kanjuruhan. Itu sama seperti cairan eco enzim di dalam puluhan botol yang disimpan ruang penerima tamu stadion.

“Kalau botol dalam kardus di ruang resepsionis, saya pastikan itu bukan miras. Itu obat hewan ternak,” kata Nazar di Malang, dikutip dari liputan6.com Kamis (13/10/2022) 2022.

Puluhan botol plastik berukuran 550 mililiter di dalam dua kardus itu disimpan di belakang meja ruang penerima tamu Stadion Kanjuruhan sejak Agustus lalu. Seluruhnya merupakan eco enzim yang hendak dikirim ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Nazar menceritakan, eco enzim itu racikan para pemuda Kasembon, Kabupaten Malang, saat ikut program Pemuda Pelopor Kemenpora. Pembuatannya dibantu dosen dari Universitas Brawijaya dan digunakan sebagai obat hewan ternak yang terjangkit wabah PMK.

“Tim Kemenpora datang langsung ke Malang untuk mengecek obat itu. Ternyata mereka tertarik dan minta dikirim ke Jakarta,” ujarnya.

Pemuda pelopor lalu membuat cairan eco enzim, diisikan ke dalam puluhan botol plastik. Seluruhnya dimasukkan ke dua kardus, siap dikirim staf Dispora Malang sesuai alamat yang diberikan tim Kemenpora di Jakarta. Tapi jasa ekspedisi menolak pengiriman paket cairan itu.

Dua kardus itu kemudian dibawa kembali dan ditaruh di belakang meja ruang resepsionis Stadion Kanjuruhan. Rencana akan dibawa langsung bila staf Dispora ke Jakarta. Karena kesibukan serangkaian agenda Agustus seperti persiapan tim Paskibra, paket urung dikirim.

“Belum sempat dikirim, ternyata ada peristiwa Kanjuruhan itu,” ucap Nazar.

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Tragedi Kanjuruhan