Deflasi Kelompok Pangan Tahan Lanjut Inflasi Di Sulsel
Kepala BPS Sulsel, Suntono mengatakan setidaknya ada dua kelompok barang dan jasa di Sulawesi Selatan yang mengalami deflasi yaitu pangan dan telekomunikasi.
MAKASSAR, BUKAMATA - Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa di Sulawesi Selatan dari tahun ke tahun (YoY) mencapai 6,35 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi secara nasional yaitu 5,95 persen.

Inflasi tersebut sudah jauh di atas target pemerintah yang berusaha menjaga inflasi di level 3-4 persen secara tahunan.
Lonjakan inflasi ini terutama disebabkan oleh keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi hingga lebih dari 30 persen.
Beruntung penurunan harga di sektor pangan berhasil mengerem laju inflasi.
Kepala BPS Sulsel, Suntono mengatakan setidaknya ada dua kelompok barang dan jasa di Sulawesi Selatan yang mengalami deflasi yaitu pangan dan telekomunikasi.
"Berdasarkan data BPS kelompok pangan yaitu makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,63 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen," jelasnya dalam keterangan resmi BPS.
Sementara itu biang kerok inflasi Sulsel berasal dari Kelompok transportasi yang mencatat inflasi sebesar 9,85 persen akibat kenaikan harga BBM disusul dengan penyesuaian tarif angkutan umum dalam kota dan tarif dasar ojek online.
News Feed
Ikatek Unhas Borong Dua Gelar, Tampil Dominan di AAS Cup II 2026
18 Mei 2026 12:03
Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Bungkam Juku Eja di Parepare, Persib Bandung Amankan Tiga Poin Krusial!
17 Mei 2026 21:51
Berita Populer
18 Mei 2026 12:03
18 Mei 2026 12:09
