BUKAMATA – Otoritas Jasa Keuangan(OJK) menyebut integritas sistem keuangan di dalam negeri masih perlu ditingkatkan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan peningkatan itu perlu dilakukan supaya penetrasi tindak pidana di sistem keuangan dalam negeri yang bisa merugikan masyarakat.
Apalagi di era perkembangan teknologi, digitalisasi, serangan siber yang marak terjadi belakangan ini.
Tak hanya itu, kata Dian, peningkatan integritas juga diperlukan supaya ke depan kepercayaan diri investor baik domestik maupun mancanegara dalam menanamkan uangnya di Indonesia bisa meningkat sehingga bisa mendorong ekonomi dalam negeri.
"Ada pinjol, judi online, segala macam itu merupakan satu fakta yang menunjukkan perlunya kita introspeksi soal kenapa sistem keuangan kita bisa dipenetrasi masalah seperti itu. Maka itu ke depan perlu upaya preventif agar masalah seperti itu bisa diminimalisir. Bisnis keuangan basisnya adalah integritas dan kepercayaan. Kalau itu tidak dijaga tidak bisa jalan," katanya dilansir Bukamata dari CNN, Selasa (26/9/2022).
Selain soal peningkatan integritas, ia mengatakan sistem keuangan di dalam negeri juga masih belum efisien. Hal ini bisa dilihat dari jumlah perbankan umum yang jumlahnya di atas 100 dan Bank Perkreditan Rakyat yang jumlahnya mencapai 1.600-an.
Menurutnya, jumlah tu terlalu besar. Dengan komposisi ekonomi dalam negeri yang sekarang ini 80 persen komponen pembiayaannya masih ditopang sektor perbankan, efisiensi mutlak diperlukan.
"Ekonomi kita itu masih bank driven economy karena komponen pembiayaan perbankan itu masih 80 persen. Maka itu harus ada langkah sistemik supaya sistem keuangan, perbankan kita ke depan lebih efisien," katanya.
Ia mengakui meningkatkan efisiensi dan integritas di sektor keuangan bukan pekerjaan mudah. Masalah tidak bisa diatasi dengan cara sederhana.
"Kita memang menghadapi tantangan besar yang harus direspons dengan cara yang tidak sederhana. Perlu langkah sistemik dan mendasar. Kalau tidak kita lakukan, ya susah," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Diskusi Ekonomi JMSI: OJK Dorong UMKM Perempuan Go Digital dan Waspadai Keuangan Ilegal
-
Dua Tersangka Korupsi CSR BI Belum Ditahan, MAKI akan Layangkan Somasi Kedua kepada KPK
-
Modus Baru Judi Online, Dari Layanan Penukaran Uang Asing Hingga Transaksi Ekspor Impor Fiktif
-
OJK Blokir 10.016 Rekening Bank yang Dipakai Judi Online
-
Pegadaian Resmi Jadi Bank Emas Pertama di Indonesia