Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 20 September 2022 21:48

Ust Muammar Bakry
Ust Muammar Bakry

MUI Sulsel Ingatkan Dosa Bunuh Diri dan Bahaya Berutang di Rentenir

Tindakan bunuh diri merupakan tindakan yang mengakhiri hidupnya dengan su'ul khatimah dan digolongkan sebagai bentuk kekufuran. Bahkan ada ulama mengatakan bahwa itu kekal di neraka.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kasus bunuh diri yang dilakukan seorang ibu di Kabupaten Pinrang, menyita perhatian banyak kalangan. Apalagi, pelaku bunuh diri juga meracuni kedua anaknya, sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung diri.

Belakangan, diketahui jika aksinya tersebut dilatarbelakangi masalah utang piutang. Menanggapi persoalan tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel mengingatkan kepada seluruh umat muslim tentang dosa besar bunuh diri, dan bahaya meminjam uang ke rentenir.

"Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menjelaskan bahwa barang siapa yang mencelakai dirinya yang menyebabkan ia mati, maka ia telah menceburkan dirinya ke dalam neraka," ujar Sekretaris Umum MUI Sulsel, Ust Muammar Bakry, Selasa, 20 September 2022.

Dengan kata lain, sambung Ust Muammar Bakry, tindakan bunuh diri merupakan tindakan yang mengakhiri hidupnya dengan su'ul khatimah dan digolongkan sebagai bentuk kekufuran. Bahkan ada ulama mengatakan bahwa itu kekal di neraka.

Kekekalan seseorang di neraka dalam konsep Al-Quran maupun hadist terletak kekufuran ke Allah. Ada hadist yang mengatakan bahwa orang yang bersyahadat Lailahaillallah, misalnya, sekalipun ada hal-hal terlarang yang dilakukan atau banyak kewajiban yang ditinggalkannya tetapi dia masih memiliki keyakinan, maka dia tidak kekal di neraka. Berbeda dengan orang yang melakukan bunuh diri, ia kekal di neraka.

"Oleh karena itu, kasus yang terjadi diharapkan itu tidak terulang, sehingga masyarakat perlu berhati-hati ketika misalnya berhutang kepada seseorang agar tidak berutang di rentenir," harapnya.

Lanjutnya, kita juga perlu cerahkan masyarakat agar menghindari yang namanya berutang kepada orang lain. "Kebutuhan-kebutuhan pokok lah yang pertama dipikirkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.

Ia berpesan, hindarilah berutang hanya karena persoalan gengsi, misalnya ingin membeli barang yang tidak diperlukan apalagi berutang pada rentenir, itu sangat bermudharat.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi lagi, Sekum MUI mengharapkan setiap keluarga sebaiknya terbangun kekerabatan dan keakraban internal keluarga. Kepala keluarga seharusnya memaksimalkan peran sebagai kepala rumah tangga untuk pembinaan keluarganya, pembinaan putra-putri, karena yang paling bertanggung jawab di keluarga adalah tentu suami.

"Kepada keluarga harus memperhatikan kehidupan keluarganya, kehidupan pendidikan, kehidupan akhlak dan kehidupan sosial ekonomi," tegasnya.

Selain itu, pemerintah proaktif apalagi dengan naiknya semua bahan pokok. Pemerintah dalam hal ini pimpinan tertinggi dalam satu skop misalnya RT, Kecamatan, atau Kelurahan itu harus proaktif melihat apa yang terjadi di masyarakatnya.

"Kebijakan-kebijakan yang sifatnya nasional juga harus pro kepada masyarakat miskin," tuturnya. (*)

 

#Ust Muammar Bakry #MUI Sulsel #Bunuh diri #Rentenir