Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 05 September 2022 17:43

Pihak Unicef Indonesia dan Dinas Kesehatan Sulsel saat bertemu Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, beberapa waktu lalu. Capaian imunisasi Campak Rubella di Kota Makassar merupakan yang terendah diantara 24 kabupaten kota di Sulsel.
Pihak Unicef Indonesia dan Dinas Kesehatan Sulsel saat bertemu Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, beberapa waktu lalu. Capaian imunisasi Campak Rubella di Kota Makassar merupakan yang terendah diantara 24 kabupaten kota di Sulsel.

BIAN 2022 Segera Berakhir, Cakupan Imunisasi Campak Rubella di Sulsel Baru 73 Persen

Untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit Campak dan Rubella, sambungnya, maka diperlukan cakupan imunisasi minimal 95 persen.

MAKASSAR, BUKAMATA- Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 akan segera berakhir pada 13 September mendatang. Berdasarkan data yang diperoleh, hingga kemarin, 4 September 2022, pencapaian imunisasi Campak Rubella di Sulsel pada pelaksanaan BIAN 2022 ini berada di angka 73,62 persen.

Pencapaian ini masih berada dibawah target yang diberikan, yakni 95 persen. Adapun kenaikan cakupan imunisasi Campak Rubella pada periode 29 Agustus - 4 September 2022, hanya 1,8 persen.

Dari 24 kabupaten kota di Sulsel, baru tiga daerah yang pencapaiannya di atas 95 persen. Masing-masing, Kabupaten Pinrang 99,59 persen, Barru 98 persen, dan Luwu 97,39 persen.

Sementara tiga daerah dengan cakupan terendah, yakni Kabupaten Enrekang 61,82 persen, Wajo 61,74 persen, dan Kota Makassar 53,44 persen.

Sebelumnya, UNICEF Indonesia yang berkedudukan di Makassar bersama Dinas Kesehatan Sulsel, telah melibatkan semua stakeholder untuk menggenjot capaian imunisasi tambahan Campak Rubella, pada pelaksanaan BIAN yang telah diperpanjang hingga 13 September 2022 mendatang. Tidak hanya pemerintah daerah, PKK, Kepala Desa, tetapi juga tokoh agama hingga media.

Dokter Spesialis Ahli Tumbuh Kembang Anak, Dr dr Martira Maddeppungeng Sp A(K), mengatakan, upaya eliminasi Campak Rubella dilakukan dengan pemberian imunisasi tambahan Campak Rubella tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Upaya ini untuk memutuskan transmisi penularan virus Campak dan Rubella secara cepat.

"Di Sulawesi Selatan sendiri masih ditemukan kasus positif Campak dan Rubella dalam dua tahun belakangan ini," ungkapnya.

Untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit Campak dan Rubella, sambungnya, maka diperlukan cakupan imunisasi minimal 95 persen. Dengan cakupan imunisasi Campak Rubella yang tinggi pada sasaran usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun, ini juga akan melindungi kelompok usia yang lebih besar, termasuk ibu hamil agar tidak tertular virus Rubella. (*)

#BIAN 2022 #Imunisasi Campak Rubella #UNICEF Indonesia #Dinas Kesehatan Sulsel