Hikmah
Hikmah

Rabu, 31 Agustus 2022 23:42

Antrian kendaraan roda  empat di SPBU Pettarani mengular hingga kejalan raya, Kamis (31/8/2022) setengah jam jelang kenaikan harga BBM Bersubsidi
Antrian kendaraan roda empat di SPBU Pettarani mengular hingga kejalan raya, Kamis (31/8/2022) setengah jam jelang kenaikan harga BBM Bersubsidi

Warga Makassar Ramai-ramai Antre Di SPBU Jelang Kenaikan Harga Pertalite

SPBU Pettarani, SPBU Mallengkeri, dan SPBU Rappocini, misalnya, antrian mobil yang hendak mengisi BBM tampak mengular hingga ke jalan raya.

MAKASSAR, BUKAMATA - Satu September disebut-sebut bakal menjadi momentum pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi. Sejumlah informasi mengenai hal tersebut sudah neredae luas di media massa maupun media sosial lain. 

Akibat informasi tersebut masyarakat di Makassar berbondong-bondong mengisi tangki kendaraannya, Rabu (31/8/2022) tengah malam. 

Dari pantauan bukamatanews.id di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) antrian kendaraan utamanya roda empat cukup panjang. 

SPBU Pettarani, SPBU Mallengkeri, dan SPBU Rappocini, misalnya, antrian mobil yang hendak mengisi BBM tampak mengular hingga ke jalan raya. 

Salah satu pengendara yang sedang antri, Irfat mengatakan, pihaknya sengaja antri untuk mengisi full tangki mobilnya sebagai antisipasi jika benar harga Pertalite akan naik menjadi Rp10 ribu perliter. 

"Kalau diisi sekarang, lumayan selisihnya. Bensinnya bisa, bertahan sampai beberapa hari, " katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo siang tadi menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) yang disebut sebagai BLT BBM. 

BLT BBM ini disebut-sebut sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terutama BBM susidi.

Berbicara saat memberikan keterangan pers usia meninjau penyerahan BLT BBM di Jayapura, Jokowi berharap penyaluran bansos tunai ini dapat meringankan beban masyarakat apabila dalam waktu dekat terjadi kenaikan harga. 

"Hari ini kita telah memulai pembagian BLT BBM yang diberikan kepada masyarakat selama empat bulan, per bulannya diberikan Rp 150 ribu, jadi totalnya Rp 600 ribu dan diberikan dua kali," kata Jokowi. 

Pemberian tambahan batuan sosial ini menjadi bukti kuat pemerintah akan benar-menanr menaikkan harga Pertalite dan Solar. Namun, selain itu bukti lain adalah peryataan sumber terpercaya internal pemerintahan yang 'membocorkan' informasi mengenai kenaikan BBM bersubsidi tersebut. 

Dilansir dari CNBC Indonesia, seorang sumber internal menyebut pemerintah akan mengerek harga bensin subsidi pada besok, Kamis (1/9/2022)

Kemungkinan kenaikan harga BBM Pertalite di SPBU Pertamina masih akan berada di bawah Rp 10.000 per liter dengan range kenaikan Rp 1.000 sampai Rp 2.500 dari harga yang saat ini Rp 7.650 per lite

"Kemungkinan di bawah Rp 10.000/liter," kata sumber tersebut.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Harga Pertalite naik