Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 30 Agustus 2022 21:59

Surya Darmadi
Surya Darmadi

Pecahkan Rekor! Dalam 22 Tahun, Apeng Rugikan Negara Rp 99 Triliun

Penelurusan masih terus dilakukan. Sejauh ini, sudah ada sederet aset Surya Darmadi yang disita, termasuk uang tunai senilai hampir Rp 5,3 triliun.

JAKARTA, BUKAMATA - Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bos Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng, dipastikan menjadi kasus korupsi dengan kerugian negara terbesar di Indonesia. Dalam 22 tahun, Apeng disebut telah merugikan negara hingga Rp 99 triliun lebih.

Deputi BPKP Bidang Investigasi, Agustina Arumsari, pada Konfrensi Pers, Selasa, 30 Agustus 2022, mengatakan, kerugian negara dari kasus ini berawal dari penyimpangan alih fungsi kawasan hutan hingga suap yang dilakukan bertahun-tahun. Rentang waktu dalam kasus ini sejak 2003 hingga 2022 atas lima perusahaan di dalam Grup Duta Palma.

"Aset yang telah disita ditaksir senilai Rp 11,7 triliun," ungkap Agustina.

Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyampaikan perkembangan dari perkara dugaan tipikor dan tindak pidana pencucian uang dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group. Selain itu, juga dibeberkan aset yang telah disita serta hasil penghitungan kerugian perekonomian negara oleh BPKP.

"Tentunya untuk menilai semua aset yang disita akan menggandeng appraisal yang bersertifikat dan bertanggung jawab. Untuk sementara informasi awal yang penyidik dapat, tersita aset Rp 11,7 triliun nanti akan kami clear-kan kembali, dengan appraisal yang punya kompetensi," ujar Febrie.

Febrie melanjutkan, untuk sementara ini juga masih ada aset uang belum dinilai, yakni berupa 4 unit kapal tugboat tongkang yang disita di Batam dan Palembang.

"Rekan-rekan penyidik masih menyelesaikan pemberkasan, dan lihat perkembangan terhadap perkara ini baik tersangka lain. Khususnya saat ini penyidik kita perintahkan untuk konsentrasi di aset-aset yang masih bisa kita lakukan penyitaannya, untuk kita akan tampilkan di proses persidangan," jelasnya.

Ketut Sumedana selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, menjelaskan, membengkaknya nilai itu disebabkan oleh meluasnya aspek kerugian. Bukan hanya kerugian dari sisi keuangan negara saja, tapi kerugian terhadap perekonomian hingga lingkungan hidup.

"Kami berkolaborasi dengan banyak ahli, ada ahli lingkungan hidup, ada ekonom UGM, masing-masing sesuai kompetensinya melakukan perhitungan. Angka dari kami, seluruh kerugian dari sisi keuangan negara dan perekonomian terhitung Rp 99,34 triliun," terang ketut.

Penelurusan masih terus dilakukan. Sejauh ini, sudah ada sederet aset Surya Darmadi yang disita, termasuk uang tunai senilai hampir Rp 5,3 triliun. (*)

 

#Surya Darmadi #Apeng #Korupsi #Kejagung

Berita Populer