LUWU UTARA, BUKAMATA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara (Lutra) menggelar Pendidikan Pemilih (Diklih) terhadap segmen perempuan dan masyarakat umum, di Aula Kantor Camat Seko, Luwu Utara, Sulsel, baru-baru ini.
Komisioner KPU Sulsel, Misna M Hattas sebagai narasumber mengungkapkan, mencermati kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Seko, terlihat tenang dan mapan ekonominya.
"Rasa-rasanya disini tenang dan aktivitas ekonominya berkembang. Bagaimana tidak, hasil panen berupa gabah melimpah dan sedang dijemur oleh para ibu-ibu dibantu oleh pemuda-pemudi," kata Misna.
Aktifitas ekonomi yang menggeliat tersebut, Misna berharap, rakyat jangan sampai abai dengan Pemilu. Sebagai siklus lima tahunan, maka menjadi tanggung jawab bersama karena rakyat menentukan nasib bangsa dan negara.
"Indonesia kuat atau lemah tergantung kita, apakah kita berdaulat atau tidak dalam memberikan hak suara dalam pesta demokrasi, dan itu merupakan tanggung jawab bersama," tandas Misna.
Diuraikannya, politik jalan yang suci namun terkadang dikotori oleh oknum, sehingga indikasi pelanggaran hukum terus menerus terjadi. Indikasi itu diantaranya, beber Misna, birokrat yang tidak netral, pemberian uang atau materi lainnya, politisasi SARA, dan penyebaran berita bohong.
"Datanglah ke tempat pemungutan suara (TPS) pada tanggal 14 Februari 2024, dengan memberikan suaranya berdasarkan visi misi, program kerja dan jejak rekam calon legislatif, serta bikin juga kontrak politik, kita harus punya harkat dan martabat dalam berpolitik," terangnya seraya mengajak warga menjadi pemilih cerdas dan kritis.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan Anggota KPU Lutra Syamsul Bahri dan Rahmat, Camat Seko Akbal, Kapospol Seko Bripka Frengky NT, dan Babinsa Padang Balua Serma Rahmad Z. (*)
BERITA TERKAIT
-
Pemilihan Ketua OSIS SMA dan SMK Serentak, KPU Sulsel Dorong Pendidikan Demokrasi
-
Laporan Ditolak! DKPP Nilai KPU Sulsel Tak Bersalah dalam Sengketa Calon Eks-Terpidana
-
KPU Pastikan Penetapan Naili-Ome Sebagai Pemenang Pilwalkot Palopo Digelar 11 Juli
-
KPU Akan Kembalikan Rp150 Miliar Dana Pilgub Sulsel ke Kas Daerah
-
KPU Sulsel Gelar FGD Evaluasi Pemilu 2024 untuk Perbaikan Demokrasi